Ternak kambing milik peternak lokal di Gianyar yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Gianyar.(BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Qurban Idul Adha, Kabupaten Gianyar secara konsisten menghadapi tantangan kekurangan pasokan hewan kurban, khususnya kambing. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan ibadah tersebut, Gianyar terpaksa mendatangkan sebagian besar pasokan dari luar daerah, seperti Jembrana (Negara), Klungkung, dan Tabanan.

Secara umum, rata-rata kebutuhan kambing di Kabupaten Gianyar saat Idul Adha mencapai 350 ekor. Namun, peternak lokal di Gianyar baru mampu memenuhi sekitar 50 persen saja dari total kebutuhan tersebut.

Plt. Kabid Keswan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar, drh. I Made Dwi Temaja, seizin Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta, Senin (25/5), mengonfirmasi bahwa minimnya populasi peternak lokal menjadi pemicu utama Gianyar selalu kekurangan pasokan kambing qurban setiap tahunnya.

“Peternak kambing di Gianyar masih minim. Populasi peternak saat ini masih didominasi di wilayah Gianyar Selatan seperti Desa Pering, Saba, dan Keramas. Selebihnya ada dari Payangan dan Tegalalang (Gianyar Utara), namun jumlahnya tidak sampai puluhan ekor,” ujar Made Dwi Temaja.

Baca juga:  Nasional Masih Tambah Empat Ratusan Kasus COVID-19, Bali Bertahan di 1 Digit

Hingga saat ini, jumlah pasokan kambing yang masuk dan terdaftar di Distan Gianyar baru mencapai 350 ekor. Kendati demikian, berdasarkan informasi dari Pak Hj. Agus dari Kementerian Agama (Kemenag) Gianyar, pihak masjid dan musholla yang baru melaporkan jumlah kambing qurban tercatat sebanyak 144 ekor.

Dwi Temaja memprediksi jumlah tersebut akan melonjak signifikan menjelang H-1 perayaan, seiring dengan pengiriman susulan yang dilakukan oleh para saudagar maupun pemilik ternak. Berkaca pada data tahun 2024 dan 2025, jumlah kambing qurban yang dipotong di Gianyar bahkan mencapai 550 ekor. Angka kebutuhan untuk tahun ini pun diprediksi akan mendekati atau sama dengan jumlah tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga:  Sapi Kurban Presiden Kembali Dibeli dari Peternak Baturiti

Untuk menjamin kelayakan dan keamanan konsumsi hewan qurban, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keswan di Gianyar telah bergerak melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pemeriksaan fisik dilakukan secara detail untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.

Berdasarkan data Distan, tingkat populasi ternak kambing di Gianyar saat ini memang masih berada di bawah angka 1.000 ekor, dengan tren peningkatan yang cenderung stagnan di angka 50 ekor per tahun.

Dwi Temaja pun menyayangkan sebaran populasi ternak yang justru menumpuk di wilayah Gianyar Selatan. Padahal, potensi pengembangan budidaya kambing yang paling ideal berada di kawasan Gianyar Utara karena ketersediaan pakan alamiah dan dedaunan yang jauh lebih melimpah.

Baca juga:  Belum Setengah Tahun, Belasan Ekor Kambing Bantuan Mati

Melihat tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah, Distan Gianyar mengajak generasi muda maupun rumah tangga yang memiliki waktu luang untuk mulai melirik potensi bisnis peternakan kambing. Selain pasarnya yang sudah pasti baik untuk kebutuhan kuliner sate kambing sehari-hari maupun lonjakan permintaan saat Idul Adha harga jual kambing terbilang sangat menjanjikan.

Saat ini, estimasi harga kambing qurban berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, sangat tergantung pada bobot dan ukuran hewan. “Keunggulan ternak kambing ini adalah lebih tahan terhadap serangan penyakit, tidak rewel dalam pemeliharaan, serta bisa memanfaatkan pakan alternatif seperti dedaunan di tegalan atau pinggir jalan yang selama ini terbuang percuma,” tandas Dwi Temaja. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN