
SINGASANA, BALIPOST.com – Rencana revitalisasi Terminal Pesiapan di Kabupaten Tabanan mulai memasuki tahap pematangan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas pedagang sayur, bumbu dapur hingga hasil ternak itu bakal disulap menjadi pasar tematik terpadu tanpa menghilangkan fungsi terminal. Di tengah proses tersebut, ratusan pedagang bersiap direlokasi.
Pemkab Tabanan menjadwalkan sosialisasi resmi kepada para pedagang pada Senin (25/5). Penataan ini menjadi bagian dari proyek besar revitalisasi Terminal Pesiapan dan penataan Jalan Gajah Mada dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar.
Saat ini kawasan terminal dipadati pedagang bermobil yang berjualan sejak dini hari. Sebagian besar menjual sayur-mayur, bumbu dapur, ikan hingga ayam mentah. Aktivitas perdagangan tersebut mulai berkembang sejak masa pandemi Covid-19, ketika pedagang dipindahkan dari kawasan Pasar Dauh Pala untuk mengurangi kerumunan.
Salah seorang pedagang, I Gusti Made Barnita mengaku mendukung langkah penataan selama dilakukan secara jelas dan terukur. Namun hingga kini, pedagang belum menerima sosialisasi resmi terkait lokasi maupun teknis relokasi. “Masih sebatas isu yang kami dengar. Kami harap ada penjelasan resmi supaya pedagang tidak bingung,” ujarnya, Jumat (22/5).
Ia juga meminta pemerintah menyiapkan pengaturan jam operasional dan pembagian tempat berjualan secara jelas. Hal tersebut dinilai penting agar tidak terjadi perebutan lapak, terlebih jika nantinya pedagang Pasar Senggol ikut dipindahkan ke kawasan yang sama.
Sementara, Guru Darma, pedagang asal Penebel, berharap pemerintah tetap menyediakan ruang usaha bagi pedagang lama. “Yang penting masih diberikan tempat berjualan,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana memastikan sosialisasi kepada pedagang akan dilakukan sesuai jadwal. Menurutnya, lokasi relokasi masih dimatangkan, namun sesuai rencana awal diarahkan ke kawasan Jalan Rajawali. “Tempatnya masih kita pastikan,” ujarnya.
Revitalisasi Terminal Pesiapan nantinya dikonsep menjadi pasar tematik modern dengan aktivitas 24 jam. Selain pusat kuliner, kawasan itu juga dirancang memiliki pasar hewan dan pasar umum terpadu. Sementara, penataan Jalan Gajah Mada meliputi pavingisasi, pembangunan trotoar hingga penataan kawasan Catur Muka. Proyek tersebut ditarget mulai dikerjakan awal Juni 2026 setelah proses tender rampung dan dituntaskan pada akhir Desember 2026. (Puspawati/balipost)










