
BANGLI, BALIPOST.com – Ajang Bangli Innovations Awards (BISA) dan Bangli Riset Awards (BRIAS) 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bangli berhasil melahirkan berbagai riset dan inovasi. Penelitian yang digarap oleh pelajar, masyarakat umum ini menawarkan solusi langsung untuk sejumlah masalah di Kabupaten Bangli.
Di sektor lingkungan dan kebersihan, riset para juara melahirkan inovasi tong sampah sensor untuk pengangkutan tepat waktu, terminal sampah, pengolahan limbah MBG menjadi biogas, dan pembuatan bioplastik. Untuk sektor peternakan dan penanganan hama, riset yang dihasilkan antara lain penanggulangan lalat di Kintamani, suplemen ayam, serta pengolahan ikan Red Devil untuk bahan pakan ayam.
Di bidang sosial, pendidikan dan kreativitas lainnya, hasil riset berupa pedoman konseling untuk menanggulangi kasus bunuh diri, media kartu pembelajaran kimia, hingga pembuatan brownies kopi.
Kepala BRIDA Bangli, I Nengah Wikrama mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tiga rencana tindak lanjut terhadap hasil riset terrsebut, yaitu membukukan hasil riset, melakukan sosialisasi ke masyarakat, dan memberikan pendampingan riset lanjutan. “Bentuk pendampingannya konsultasi dan koordinasi dengan opd teknis dan BRIN,” ujar Wikrama, Jumat ( 22/5).
Sementara itu penyerahan Penghargaan BISA dan BRIAS 2026 berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kantor Bersama Loca Crana, Rabu (21/5). Penghargaan diberikan kepada tiga besar pemenang di tujuh kategori BISA dan tiga kategori BRIAS.
Adapun Kategori peserta BISA meliputi perangkat daerah, desa/kelurahan, Puskesmas, SD, SMP. Sedangkan kategori BRIAS meliputi masyarakat Umum, pelajar SMA/SMK dan SMP. Wikrama mengharapkan ajang ini menjadi pemantik semangat bagi pelajar, masyarakat, maupun perangkat daerah untuk terus berinovasi dan melakukan riset yang bermanfaat bagi pembangunan daerah. (Dayu Swasrina/balipost)










