Beberapa pengendara sepeda motor melaju di jalanan saat cuaca hujan melanda Kota Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski sebagian wilayah Bali mulai memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan dan cuaca ekstrem lokal yang masih berpeluang terjadi hingga akhir Mei 2026.

Kalaksa BPBD Bali, I Gede Teja, mengatakan berdasarkan peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian III Mei 2026, wilayah Bali bagian barat dan utara secara umum mulai memasuki periode musim kemarau.

Namun, sejumlah daerah di Bali bagian tengah masih berpotensi mengalami curah hujan ringan hingga sedang.

“Pada akhir Mei 2026, wilayah Bali bagian tengah masih berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujarnya, Kamis (21/5).

Baca juga:  Sawah Kembali Terbuka, Seng Protes di Jatiluwih Dicabut

BPBD Bali juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi dengan status waspada untuk tiga kecamatan di Kabupaten Tabanan, yakni Kecamatan Baturiti, Penebel, dan Pupuan. Sedangkan untuk peringatan dini kekeringan meteorologis, hingga saat ini belum terdeteksi adanya potensi tersebut di Bali.

Dalam prakiraan cuaca 10 harian, BPBD mencatat potensi hujan ringan masih dapat terjadi pada periode 21–23 Mei dan 24–26 Mei 2026 di hampir seluruh kabupaten/kota di Bali, meliputi Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Baca juga:  KPU Punya Kewajiban Literasi dan Libatkan Gen Z Dalam Politik

Sementara pada periode 27–31 Mei 2026, hujan ringan hingga sedang diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, dan Denpasar.

Teja mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

“Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh saat hujan dan angin kencang terjadi,” katanya.

Baca juga:  Pelaku Perampokan SPBU Gunakan Jaket Ojol, Gojek Sayangkan Penggunaan Atributnya

Selain itu, masyarakat juga diminta mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau. BPBD turut mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran seperti membakar lahan, sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami juga mengimbau masyarakat mencabut colokan listrik dan memastikan dupa dalam keadaan aman saat rumah ditinggalkan,” tegasnya.

Pihaknya meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG maupun BPBD guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di masa peralihan musim. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN