Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kondisi air laut surut sempat memicu antrean kendaraan di jalur keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (19/5) malam. Antrean terjadi akibat sejumlah kapal di dermaga Landing Craft Machine (LCM) mengalami kesulitan saat hendak berlabuh.

Dampak surutnya permukaan air laut tersebut menyebabkan proses bongkar muat dan jadwal pelayaran mengalami keterlambatan. Kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi sempat menumpuk di area pelabuhan menunggu giliran penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca juga:  Desa Adat Suwat Kembali Gelar Tradisi Siat Yeh

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut Yuli Prasetyo mengatakan kondisi surut terjadi pada Selasa malam sehingga mempengaruhi operasional kapal, khususnya di dermaga LCM.

Menurutnya, beberapa kapal harus menyesuaikan waktu sandar karena kedalaman air tidak mencukupi untuk proses berlabuh secara optimal. Situasi tersebut berdampak pada antrean kendaraan yang hendak keluar Bali.

“Karena air laut surut, kapal di dermaga LCM mengalami kendala saat berlabuh sehingga terjadi keterlambatan operasional dan antrean kendaraan,” ujar Lettu Laut Yuli Prasetyo, Rabu (20/5).

Baca juga:  Sepekan Dirawat, Ini Hasil Lab PDP COVID-19 di RSU Negara

Meski demikian, kondisi pelabuhan kembali normal pada Rabu pagi, setelah air laut mulai pasang. Aktivitas penyeberangan berangsur lancar dan antrean kendaraan berhasil terurai.

Petugas pelabuhan bersama instansi terkait juga terus melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan di kawasan pelabuhan untuk memastikan arus penyeberangan tetap lancar. Situasi perairan dan laut belakangan ini khususnya di Selat Bali kurang ideal untuk penyeberangan dengan gelombang tinggi. Sehingga setiap operator kapal diminta untuk waspada dan mengikuti imbauan dari KUPP maupun otoritas penyeberangan. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Alih Fungsi, Sawah di Denpasar Menyusut 230 Hektar
BAGIKAN