
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca buruk disertai surutnya air laut di Selat Bali kembali menjadi perhatian serius setelah KMP Samudra Utama kandas di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Insiden yang terjadi sejak Minggu (17/5) itu sempat mengganggu aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan memicu antrean kendaraan hingga kilometeran.
Setelah tertambat cukup lama di bibir dermaga, kapal akhirnya berhasil lepas kandas pada Senin (18/5) sekitar pukul 09.00 WITA saat air laut mulai pasang. Kondisi tersebut sempat mengganggu arus kapal yang akan bersandar khususnya di dermaga LCM.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, mengatakan kondisi cuaca buruk yang kemungkinan terjadi hingga Agustus mendatang menjadi perhatian dan kewaspadaan. Cuaca buruk mengakibatkan kandasnya KMP Samudra Utama pada Minggu siang ketika kapal selesai melakukan bongkar muat dan bersiap bertolak dari Dermaga LCM Gilimanuk.
Namun, kondisi air laut yang mendadak surut menyebabkan kapal tidak dapat bergerak dan akhirnya kandas di area dermaga. Berbagai upaya sempat dilakukan untuk melepaskan kapal. Kru kapal bahkan mengurangi beban dengan mengeluarkan kembali sejumlah kendaraan dari dalam palka agar kapal bisa melakukan olah gerak.
Selain itu, KMP Agung Samudra XVIII juga sempat dikerahkan untuk membantu menarik kapal. Namun posisi kapal yang telanjur menempel di bibir dermaga membuat proses evakuasi belum membuahkan hasil hingga harus menunggu air laut pasang. Selama kapal kandas di dermaga LCM tersebut, praktis arus kendaraan khususnya kendaraan barang yang naik ke dermaga LCM terhambat.
Hanya dua dermaga LCM yang bisa digunakan dari sebelumnya 3 hingga 4.
Antrean kendaraan dari arah Bali menuju Jawa pada akhir pekan lalu sempat mengular panjang hingga ke luar kawasan pelabuhan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, personel kepolisian bersama petugas terkait diterjunkan melakukan pengaturan lalu lintas, terutama di titik-titik antrean kendaraan.
Setelah kapal berhasil dievakuasi dan dermaga kembali beroperasi normal, kondisi arus lalu lintas menuju pelabuhan berangsur landai. “Saat ini antrean kendaraan sudah tidak ada dan aktivitas di wilayah pelabuhan kembali normal,” kata Yuli. (Surya Dharma/balipost)










