Patroli SAR yang dilakukan di perairan Gilimanuk dan jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, Minggu (29/3). (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Seiring dengan meningkatnya arus balik warga yang masuk ke Bali, petugas Search and Rescue (SAR) Jembrana melakukan patroli laut di Selat Bali, Minggu (29/3). Patroli ini difokuskan memastikan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk maupun sebaliknya berlangsung aman dan terkendali.

Puncak arus balik terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Patroli dilakukan dengan menggunakan perahu karet, menyisir perairan hingga radius sekitar 4 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengawasan intensif di jalur penyeberangan yang ramai dilalui pemudik.

Baca juga:  Kampanye di Desa Musi, Warga Antusias Sambut Koster-Giri

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam (periode 28 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+6, tercatat jumlah trip di Pelabuhan Ketapang sebanyak 208 trip. Adapun total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+6 mencapai 49.523 orang, turun 12,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 56.539 orang.

Untuk kendaraan, roda dua terdapat 8.925 unit dan roda empat 5.513 unit. Truk yang menyeberang mencapai 998 unit dan bus mencapai 345 unit. Total seluruh kendaraan tercatat 15.781 unit dan penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali dari Pelabuhan Ketapang mulai dari H-10 sampai H+6 tercatat 512.155 orang atau turun 4,1% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 534.094 orang. Total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 135.256 unit.

Baca juga:  Warga Temukan Tengkorak Manusia di Hutan Labuhan Lalang

Selain memastikan kelancaran arus balik, patroli tersebut juga sebagai bentuk kesiapsiagaan petugas dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan laut di kawasan Selat Bali. Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, selama periode mudik dan arus balik Lebaran, pihaknya menyiagakan personel di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. “Setiap hari belasan personel kami siagakan lengkap dengan peralatan keselamatan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan ini penting agar proses penanganan, termasuk evakuasi jika terjadi kondisi darurat di perairan Selat Bali, dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Diharapkan dengan upaya ini, risiko dapat diminimalisir, baik terhadap keselamatan jiwa maupun kerugian materiil selama arus balik Lebaran berlangsung. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Cegah Balapan Liar, Polisi Intensifkan Patroli Malam
BAGIKAN