Seorang warga melintas di depan deretan los pedagang yang kosong di Pasar Badung, Denpasar. Sekitar 1.200 los dan kios masih kosong di sejumlah pasar dibawah naungan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar.(BP/eka)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar mencatat ada sekitar 1.200 kios dan los yang kosong di seluruh pasar di bawah naungan Perumda. Jumlah tersebut sekitar 13,95 persen dari total jumlah los dan kios di 16 pasar.

Demikian pedagang baru pun masih minim peminat untuk berjualan meski sudah diberikan program gratis uji coba.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata saat diwawancarai, Senin (18/5) mengatakan, kekosongan los dan kios banyak terjadi di lantai atas. Hal tersebut dikarenakan sepinya kunjungan ke lantai atas.

Baca juga:  Bicara di STMIK Primakara, Dasi Astawa Beberkan 4 Langkah Jadi Kampus Idola

Gus Kowi panggilan akrabnya mengatakan, total jumlah kios dan los mencapai 8.600 unit. Dari jumlah tersebut ada sekitar 1.200 unit yang kosong. “Kekosongan paling banyak terjadi pada kios dan los di lantai atas pasar karena aktivitas pengunjung belum maksimal,” katanya.

Untuk menarik minat pedagang, Perumda Pasar membuka program uji coba dengan pembebasan biaya sewa dan BOP selama tiga bulan. Namun demikian, program tersebut belum sepenuhnya efektif, khususnya untuk kios dan los di lantai 4 Pasar Badung yang hingga kini masih belum diminati pedagang.

Baca juga:  Menjelang Galungan, Harga Tomat Naik

“Untuk di lantai 4 masih kesulitan kami tawarkan kepada pedagang. Walaupun dikasi uji coba tidak membayar sewa dan BOP tiga bulan,” katanya.

Dia mengakui, kondisi di lantai 4 Pasar Badung masih sangat sepi sehingga belum mampu menarik aktivitas perdagangan secara optimal.

Sementara untuk lantai 3, minat pedagang mulai terlihat meski baru untuk los. Data Perumda Pasar menunjukkan, hingga saat ini baru terdapat 16 pedagang yang mengikuti program uji coba di 16 unit pasar. Rinciannya, Pasar Gunung Agung Utara menjadi lokasi terbanyak dengan enam pedagang, disusul Pasar Kereneng empat pedagang, Pasar Badung dan Cokroaminoto masing-masing dua pedagang, serta Pasar Kumbasari Siang dan Gunung Agung Malam masing-masing satu pedagang. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Mayat Orok yang Ditemukan di Padanggalak Berusia 4 Bulan Kandungan
BAGIKAN