
BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah desa di Kabupaten Bangli memilih untuk menyerahkan pengelolaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kepada Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM Bangli). Langkah itu diambil akibat tingginya beban operasional dan minimnya tenaga ahli untuk mengelola layanan tersebut secara mandiri.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, mengungkapkan bahwa beberapa desa yang telah melimpahkan operasional pamsimasnya ke PDAM yakni Desa Selulung, Daup, Belantih, Manikliyu, dan Banjar Mabi (Desa Belantih).
Sementara untuk Pamsimas di Banjar Tandan, Desa Batur Tengah, saat ini masih dalam proses penyerahan.
Menurut pria yang akrab disapa Dewa Rono itu umumnya desa memilih menyerahkan pengelolaan karena ketiadaan SDM yang secara khusus membidangi hal itu serta tingginya biaya operasional. Terlebih, jumlah sambungan rumah (SR) di tiap titik sangat kecil, yakni hanya berkisar 10 hingga 78 pelanggan.
Pihaknya memastikan seluruh pengajuan dari desa-desa ini diterima demi menjamin kebutuhan air minum warga tidak terputus. Hasil pengecekan lapangan juga menunjukkan aset maupun kelengkapan administrasi sudah memenuhi syarat. “Belum ada yang ditolak, semuanya diterima,” ujarnya.
Pascapenyerahan ini, seluruh pengguna Pamsimas di desa-desa tersebut secara otomatis bermigrasi menjadi pelanggan reguler Perumda Tirta Danu Arta. Segala bentuk standar pelayanan, distribusi, hingga penyesuaian tarif ke depan akan sepenuhnya mengikuti regulasi perusahaan daerah tersebut. (Dayu Swasrina/balipost)










