Kondisi jalan di Desa Yangapi rusak parah. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, saat ini tengah melakukan review harga untuk dokumen tender perbaikan tiga ruas jalan. Langkah itu diambil setelah proyek tersebut nihil penawaran dari rekanan di sistem e-processing.

Kabid Bina Marga Dinas PUPRPerkim Bangli, I Ketut Susila, mengatakan bahwa dalam proses review dilakukan penyesuaian harga pasar terkini. Setelah review dokumen selesai, paket pekerjaan tersebut dipastikan akan segera diumumkan kembali.

Baca juga:  Sejarah Baru, Harga Emas Tembus 3.300 Dolar AS Per Troy Ounce

Ia menegaskan, tidak ada batasan sistem dalam proses tender ini. Pihaknya akan terus memasukkan paket pekerjaan tersebut ke dalam sistem pengadaan sampai ada pihak ketiga yang sepakat berkontrak.

“Sampai berapa kali pun diproses di e-processing boleh, tidak ada masalah, sampai ada pemenang,” tegasnya, Minggu (17/5).

Menurut Susila bahwa nihilnya penawaran murni dipicu oleh faktor kekhawatiran kontraktor akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat dampak perang global yang berimbas pada biaya operasional dan material. Bukan karena lokasi proyek yang jauh atau sulit dijangkau.

Baca juga:  Jalan Dusun Tingas Rusak Barat Sejak 10 Tahun

Adapun tiga kegiatan yang ditinjau ulang harganya meliputi rekonstruksi Jalan Plangkian–Sunting, Desa Pengotan senilai Rp3,5 miliar, ruas jalan Pura Yeh Panes–Pura Negtegan serta Kayu Selem–Pelemek di Songan senilai Rp4,9 miliar dan ruas Batur–Wanagiri senilai Rp1,9 miliar. Kondisi ketiga ruas jalan tersebut saat ini rusak berat dan membutuhkan penanganan cepat.

Meskipun harus melewati tahapan review harga, Dinas PUPRPerkim Bangli tetap menargetkan percepatan. Ditargetkan penyelesaian proyek jalan tersebut rampung dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan setelah pemenang kontrak ditetapkan. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Denpasar Anggarkan Rp275 Miliar untuk Perbaikan Jalan pada 2026

 

BAGIKAN