BTR Ultra 2026 berlangsung di kawasan Kintamani, Bangli, Sabtu (16/5). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Event lari lintas alam BTR Ultra 2026 saat ini sedang berlangsung di kawasan Kintamani, Bangli. Panitia mencatat adanya lonjakan jumlah peserta pada edisi ke-7 ini sebesar 47 persen dibanding tahun lalu.

Tahun ini, sebanyak 5.916 pelari dari 62 negara terdaftar sebagai peserta. Angka tersebut naik signifikan dari total 4.007 peserta pada tahun 2025.

I Putu Agus Darmayuda selaku Race/Project Director menyampaikan kegiatan ini digelar selama 15-17 Mei 2026 dengan kembali mengambil race venue di Batur Natural Hot Spring, Kintamani. Rute yang disiapkan melintasi 12 desa di Kintamani, dan 3 desa yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem, dan tentunya akan melewati kawasan Geopark Batur, yaitu area ikonik black lava, Gunung Batur, area padang pasir culali, hutan pinus batur.

Baca juga:  Banjir Genangi Sejumlah Rumah di Songan

Sedangkan tambahan untuk kategori 60 Km akan melalui Gunung Abang, Bukit Trunyan, dan Bukit Pedahan. Khusus untuk kategori 100 Km juga akan melalui gunung tertinggi di Bali yaitu Gunung Agung.

Menurutnya lonjakan jumlah peserta tahun ini menunjukkan bahwa olahraga trail run semakin diminati oleh pecinta olahraga lari.

Dalam perhelatan tahun ini, semua umur bisa berkompetisi dan semua umur bisa berprestasi. Sebagai bentuk apresiasi bahwa setiap jenjang umur berhak untuk berprestasi, maka pelaksanaan tahun ini terdapat banyak penghargaan dan hadiah di setiap jenjang umur yaitu Kids Award : 7-9 tahun (7K kids) dan 10-12 tahun (7K kids) serta Age Award Open category 18-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, 60-69 tahun, dan 70+ tahun.

Inovasi baru lainnya yang mulai diterapkan pada tahun ini adalah terkait sampah. Menurutnya sampah saat ini menjadi issu yang sangat sensitif dalam upaya pelestarian lingkungan. “Kami sadar setiap pelaksanaan kegiatan besar pasti juga menimbulkan sampah yang tidak sedikit. Sebagai wujud kepedulian kami terhadap masalah sampah dan kelestarian lingkungan maka pada kegiatan kali ini panitia pelaksana sangat berkomitmen untuk mengelola seluruh sampah yang ditimbulkan dari pelaksanaan kegiatan tidak sampai ke TPS,” ujarnya.

Baca juga:  Nyepi Adat di Kutuh, Warga Jalani Catur Brata Ditambah Pantangan Ini

Dengan menggandeng ACS Bali Foundation diharapkan bisa mengelola sampah yang benar dan memberikan implikasi yang besar bagi kesadaran kita untuk mengelola sampah dengan bijak.

Ketua Bali Trail Running, I Made Budiana menambahkan pihaknya ingin mengajak semua komponen pecinta olahraga untuk lebih mengenal olahraga trail run. Trail run bukan hanya tentang olahraga ekstrem tapi juga sebagai sarana promosi pariwisata Bali yang dikenal banyak memiliki spot dengan bentang alam dan pemandangan yang sangat indah.

Baca juga:  Triwulan Kedua Proyek Penataan Penelokan Belum Jalan

Pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi dan dukungan positif dari Instansi pemerintah dalam hal ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali selaku instansi yang mengelola wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang. Diharapkan kegiatan ini juga memiliki impact pada kesadaran masyarakat pada pentingnya konservasi dan pelestarian alam.

“Kolaborasi lainnya tentunya antara BTR selaku panitia pelaksana dengan desa adat setempat dan didukung terlibatnya warga sekitar selaku panitia menjadi kekuatan tersendiri bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan dan bukti bahwa dengan kolaborasi kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih baik dan lebih kuat,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN