
JENEWA, BALIPOST.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (13/5), memberikan update terkait wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Kantor Berita Antara, mengatakan lbahwa total 11 kasus telah dilaporkan hingga 12 Mei. Kematian yang dilaporkan dari kasus ini tidak bertambah sejak 2 Mei, sementara risiko kesehatan masyarakat global tetap rendah.
Menurut Ghebreyesus, delapan dari kasus tersebut telah dikonfirmasi secara laboratorium sebagai infeksi yang disebabkan virus Andes.
Hantavirus adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya, meski strain yang bertanggung jawab atas wabah ini, virus Andes, juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat yang berkepanjangan, seringkali di lingkungan tertutup.
Dia menambahkan bahwa satu kasus tambahan masih dalam pengujian laboratorium lebih lanjut.
“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” kata Ghebreyesus.
Kepala WHO itu juga mengatakan bahwa badan tersebut tetap menjalin kontak erat dengan para ahli dari semua negara yang terlibat dan terus menerima laporan kesehatan mingguan mengenai penumpang dan anggota kru melalui saluran resmi Peraturan Kesehatan Internasional.
Ghebreyesus mengatakan upaya koordinasi internasional tetap berlangsung untuk mendukung langkah-langkah yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. (kmb/balipost)









