
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaku pariwisata kembali dibayangin rasa was-was. Jika sebelumnya sektor pariwisata sempat dibuat lumpuh dengan adanya virus Covid-19, saat ini dibuat khawatir dengan munculnya wabah hantavirus. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan dapat berdampak negatif pada sektor pariwisata. Guna mengantisipasi penyebaran kasus tersebut di Pulau Dewata, pelaku pariwisata mendorong pemerintah pemerintah mulai meningkatkan skrining kesehatan sejak dini pintu masuk Bali.
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa saat dikonfirmasi, pada Senin (11/5) mengungkapkan, pihaknya mulai was-was dengan munculnya wabah hantavirus yang terjadi di sejumlah negara. Pasalnya, dengan munculnya virus ini dikhawatirkan akan bisa berdampak lagi pada sektor pariwisata.
“Pariwisata baru merangkak bangkit pasca pandemi Covid-19. Termasuk dari pengaruh perang timur tengah, belum tuntas hal itu kini kembali muncul hantavirus ini. Kemunculan hantavirus ini jelas membuat kami yang berkecimpung di sektor pariwisata menjadi sangat khawatir,” ujar Kariasa.
Ia menjelaskan apabila hal itu terjadi, maka akan kembali mengancam pariwisata Bali, khususnya Kabupaten Karangasem. Pasalnya, dengan kondisi itu, nantinya akan mempengaruhi tingkat kunjungan, pembatalan booking hotel dan paket perjalanan, akibat terjadinya ketakutan dan keraguan bagi wisatawan internasional untuk berkunjung ke destinasi yang terdampak atau terkait.
“Pariwsiata sangat sensitif, apabila penyebaran hantavirus ini tidak dicegah sejak dini, maka dipastikan akan berefek ke pariwisata. Dan kami berharap, tidak terjadinya perkembagan hantavirus ini yang terlalu signifikan,” harapnya.
Menurut Kariasa, dengan munculnya hantavirus ini di sejumlah negara, pihaknya berharap dan mendorong pemerintah supaya mulai meningkatkan skrining kesehatan sejak dini pintu masuk Bali, mulai dari Bandara maupun pelabuhan guna mengantisipasi penyebaran kasus tersebut di Pulau Dewata.
“Pemerintah harus benar-benar konsen dan maksimal di dalam melakukan pencegahan penyebaran hantavirus ini, supaya tidak berefek besar seperti saat Pandemi Covid-19. Dengan pengalaman saat Covid-19, kami harap pemerintah memiliki peralatan deteksi,serta persiapan-persiapan yang maksimal untuk mendeteksi hantavirus ini, sehingga kondisi serupa saat Covid-19 tidak terjadi lagi,” katanya.
Lebih lanjut dikatannya, untuk saat ini kunjungan mulai ada peningkatan. Pasalnya di bulan April-Mei season wisatawa eropa. Dan diharapkan juga, perang timur tengah tidak berlanjut lagi, karena kondisi tersebut itu cukup mempengaruhi tingkat kunjungan. “Kami harap perang segera berakhir, termasuk hantavirus tidak berkembang, sehingga pariwisata bisa bangkit kembali,” imbuh Kariasa. (Eka Prananda/balipost)










