Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani (kanan) Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua (tengah) dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto (kiri) melihat kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di dalam mobil ambulans yang berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan seluruh korban dari erupsi Gunung Api Dukono yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. Ketiganya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (10/5), tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan) Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan dua korban lainnya ditemukan di lokasi berbeda. “Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dengan demikian, lanjutnya,  tim SAR gabungan pun telah menutup operasi pencarian. “Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” ucap Abdul Muhari.

Baca juga:  Dirjen Perdaglu Jadi Tersangka Korupsi Minyak Goreng

Diketahui, dua korban terakhir yang ditemukan itu masing-masing berinisial HWQT (laki-laki) WNA usia 30 tahun dan SMBAH (laki-laki) WNA usia 27 tahun.

Setelah penemuan korban, lanjutnya, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono. Kemudian para korban dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Abdul Muhari menyampaikan pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah, setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.

Meskipun begitu, proses evakuasi dua jenazah terakhir tersebut sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan.

Baca juga:  Kasus Baru Kembali Balik 3 Digit! Kumulatif Sudah Tembus 45.000

Selain itu aktivitas erupsi Gunung Dukono juga masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Pada operasi pencarian hari ketiga ini, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat terdiri atas Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat adalah WNA asal Singapura terdiri dari TYME (laki-laki) usia 30 tahun, OSS (perempuan) usia 37 tahun, PL (perempuan) usia 33 tahun, LHEI (perempuan) usia 31 tahun, TJYG (perempuan) usia 30 tahun, LYXV (perempuan) usia 30 tahun, dan LSD (laki-laki) usia 29 tahun.

Baca juga:  Pohon Tumbang Macetkan Jalur Denpasar-Gilimanuk, Sejumlah Warga Luka-luka Tertimpa

Sementara itu korban selamat WNI terdiri atas BB (laki-laki) usia 24 tahun, YL (laki-laki) usia 23 tahun, S (laki-laku) usia 26 tahun, A (laki-laki) usia 22 tahun, H (lak-laki) usia 26 tahun, FN (perempuan) usia 27 tahun, RI (perempuan) usia 29 tahun, serta SJ (laki-laki) usia 48 tahun.

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat yakni RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi. (kmb/balipost)

BAGIKAN