Petugas melakukan pemeriksaan sapi sebelum dikirim. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pengiriman sapi dari Kabupaten Buleleng ke luar daerah mengalami lonjakan signifikan. Sebagian besar sapi asal Buleleng dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban yang meningkat tajam.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, Jumat (8/5), mengatakan, peningkatan distribusi sapi ini sudah menjadi tren rutin menjelang Idul Adha. Peternak memanfaatkan momentum tingginya permintaan untuk meningkatkan penjualan ternak mereka.

Menurut Melandrat, tujuan utama pengiriman sapi Buleleng adalah Jakarta, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan daerah di ibu kota yang masih kekurangan pasokan sapi. Selain Jakarta, sebagian kecil sapi juga dikirim ke Makassar.

Baca juga:  Tolak Bala, Kirab Barongsai Imlek 2577 Digelar di Vihara Dharmayana Kuta

“Memang terjadi lonjakan dengan harapan memenuhi kebutuhan saat Idul Adha. Petani juga sudah memahami momentum ini dan mudah-mudahan bisa memberikan rezeki bagi peternak sapi di Buleleng,” ujarnya.

Data pengiriman sapi menunjukkan tren peningkatan cukup tajam. Pada Januari tercatat sebanyak 782 ekor sapi dikirim keluar daerah, Februari 610 ekor, Maret 1.174 ekor, dan April melonjak drastis menjadi 9.870 ekor. Sementara pada Mei, hingga awal bulan tercatat sekitar 200 ekor telah dikirim.

Baca juga:  Tradisi Grebeg Besar di Yogyakarta Saat Idul Adha

Meski permintaan meningkat pesat, harga sapi di tingkat peternak disebut belum mengalami kenaikan signifikan. Harga sapi hidup di tingkat petani masih berkisar Rp 45 ribu per kilogram.

“Yang kami sayangkan, harga di tingkat petani masih tetap murah, padahal di pasar harga daging tetap tinggi. Bahkan ada perbedaan harga antara sapi jantan dan betina, di mana sapi betina lebih murah,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak sapi di Buleleng saat ini dinilai relatif aman dari ancaman penyakit seperti Lumpy Skin Disease (LSD) maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menjadi kekhawatiran peternak. “Sekarang kondisi cukup aman. Kami juga terus menggencarkan vaksinasi LSD untuk mencegah munculnya kembali wabah penyakit ternak,” kata Melandrat.

Baca juga:  Pengiriman Sapi di Pelabuhan Celukan Bawang Kembali Menggeliat

Untuk memastikan sapi yang dikirim dalam kondisi sehat, setiap pengiriman wajib melalui prosedur ketat. Sapi harus diperiksa dokter hewan dan memperoleh rekomendasi resmi sebelum diizinkan keluar daerah. “Ada SOP yang harus dipenuhi. Dokter hewan akan memeriksa kesehatan ternak sebelum sapi bisa dikirim keluar,” tegasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN