Warga berpose saat Kick Off Bola Gembira pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan pengamanan ketat mengantisipasi animo masyarakat Indonesia di berbagai daerah menyambut gelaran Piala Dunia 2026.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri akan menurunkan rencana pengamanan hingga ke tingkat kepolisian daerah (polda) maupun kepolisian resor (polres).

“Polri berkewajiban untuk melakukan pengamanan-pengamanan dalam antusias warga karena ini nanti akan kami jadikan suatu referensi dalam perencanaan pengamanan,” kata Truno di Jakarta, Kamis (7/5) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Pengelola Destinasi Wisata Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana

Trunoyudo mengatakan pengamanan akan diintensifkan di titik-titik yang berpotensi menjadi pusat kepadatan saat kegiatan nonton bersama (nobar), baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial.

Untuk menciptakan rasa aman yang menyeluruh, Polri bersama TVRI, selaku lembaga penyiaran resmi Piala Dunia 2026 akan bersinergi menyusun rencana pengamanan sampai dengan ke tingkat daerah.

“Kami mengimbau, ini karena aspeknya adalah hiburan, kami yakin ini menjadi bagian untuk kita bersama-sama menjaga kegembiraan,” ucap dia.

Baca juga:  Polri Bentuk Satgas Preventif Untuk Pengamanan KTT ASEAN

Pengamanan ketat itu diperlukan karena Polri menyadari perhelatan Piala Dunia akan menciptakan fenomena sosial-ekonomi di masyarakat. Untuk itu, Polri memastikan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi warganya.

Karopenmas turut mengingatkan masyarakat untuk menikmati momentum gelaran empat tahun sekali itu dengan tetap menjaga ketertiban.

“Ini perlu kesadaran kita bersama bagi seluruhnya elemen, baik itu penyelenggara (nobar) yang sudah mendaftar ke TVRI, kemudian juga dari tokoh-tokoh masyarakat, bahkan tokoh-tokoh yang juga bisa menjadi influencer (pemengaruh) di dunia sport (olahraga), khususnya sepak bola,” ucapnya.

Baca juga:  Puluhan Gepeng Terjaring Satpol PP di Gilimanuk

Trunoyudo lebih lanjut mengimbau warga berhati-hati dengan modus penipuan dalam pembelian tiket nobar. Masyarakat yang menjadi korban penipuan diharapkan segera melapor ke polisi.

Selain itu, Polri juga mengantisipasi praktik judi bola selama gelaran Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada Juni hingga Juli mendatang. Selaku lembaga penyiaran resmi di Indonesia, TVRI merencanakan 34 stasiun daerah akan menggelar nobar yang dibuka untuk publik. (kmb/balipost)

BAGIKAN