Personel Polsek Kuta Utara melakukan pemantauan di wilayah rawan gangguan kamtibmas. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wilayah Canggu dan Berawa saat ini jadi kunjungan favorit wisatawan domestik dan mancanegara, dibarengi dengan menjamurnya tempat hiburan malam. Kondisi ini juga dimanfaatkan pelaku tindak pidana untuk melakukan aksinya, sehingga kriminalitas di wilayah tersebut tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Polres Badung dan Polsek Kuta Utara meningkatkan pengamanan dengan berbagai upaya, selain meningkatkan patroli, juga membuat program digital Jagabaya. “Polsek Kuta Utara secara konsisten melaksanakan langkah-langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” kata PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (10/4).

Upaya yang telah dilakukan, antara lain peningkatan patroli khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari, baik secara terbuka maupun tertutup. Selain itu,  juga bersinergi dengan pecalang, pengelola tempat hiburan malam, serta unsur keamanan internal (satpam) untuk memastikan standar keamanan dijalankan dengan baik.

Baca juga:  TNI-Polri Amankan Rapat Pleno KPU Kota Denpasar

“Kami juga melakukan pengawasan terhadap potensi perkelahian, peredaran barang terlarang, serta pelanggaran hukum lainnya, termasuk mengedepankan tindakan preventif seperti imbauan humanis kepada pengunjung maupun pengelola. Tindakan pembubaran dilakukan secara situasional apabila ditemukan potensi gangguan nyata terhadap ketertiban umum, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional,” tegasnya.

Polsek Kuta Utara juga mengoptimalkan peran teknologi, termasuk pemantauan melalui CCTV serta mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan melalui layanan kepolisian apabila menemukan hal mencurigakan.

Di tempat terpisah, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba berupaya melakukan penguatan sistem keamanan di kawasan pariwisata, melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi. Kapolres terus membangun sinergi lintas sektor sebagai langkah preventif menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah strategis pariwisata Bali ini.

Baca juga:  Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Program Warm Up Vacation

Sasaran utama kegiatan ini adalah terwujudnya koordinasi yang solid antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, desa adat, serta pelaku usaha pariwisata dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pengawasan, sehingga mampu menciptakan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

“Kami mendorong peran aktif seluruh elemen, termasuk pelaku usaha pariwisata, untuk bersama menjaga situasi tetap kondusif. Kami memiliki program digital Jagabaya yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi modern seperti CCTV guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan percepatan pengungkapan kasus,” ujarnya dihadapan pejabat dan tokoh masyarakat Kecamatan Kuta Utara.

Baca juga:  Operasi Pekat, 243 orang Ditangkap

Mantan Kapolsek Karangasem ini mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan melalui pemasangan CCTV di titik strategis, penerapan standar keamanan di lingkungan usaha, serta pelaporan cepat melalui layanan kepolisian 110. Melalui sinergi yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi dengan kearifan lokal, diharapkan keamanan pariwisata Bali khususnya di Kuta Utara dapat terus terjaga. Dengan demikian citra Bali sebagai destinasi dunia yang aman dan nyaman tetap terpelihara. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN