
SINGASANA, BALIPOST.com – Di tengah upaya menekan angka residivis, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mulai mengarahkan pembinaan warga binaan pada keterampilan yang langsung bisa diterapkan di masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan pangkas rambut sebagai bekal membangun kemandirian ekonomi setelah bebas menjalani masa pidana.
Pelatihan yang menghadirkan instruktur dari Yayasan Putra Pemenang (YPP) Bali tersebut diikuti sejumlah warga binaan yang berminat di bidang tata rambut. Materi yang diberikan tidak hanya teknik dasar memangkas rambut, namun juga pelayanan pelanggan hingga peluang usaha mandiri.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan. Menurutnya, keterampilan praktis diperlukan agar mereka memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
“Pelatihan ini kami harapkan menjadi bekal nyata setelah bebas nanti. Jadi mereka tidak hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga punya kemampuan untuk mandiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, program pembinaan di dalam lapas tidak semata mengisi waktu selama menjalani masa pidana, melainkan menjadi proses membangun kesiapan mental dan keterampilan hidup.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tabanan, Made Dwitya Bhargo, menjelaskan pelatihan disesuaikan dengan minat dan potensi warga binaan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami mencoba menggali potensi yang mereka miliki. Dengan begitu keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa dimanfaatkan nantinya,” jelasnya.
Instruktur dari YPP Bali, Cris, menilai keterampilan pangkas rambut memiliki peluang usaha yang cukup terbuka dan mudah dijalankan secara mandiri. Selain kemampuan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri warga binaan. “Kami ingin mereka percaya bahwa mereka tetap punya kesempatan untuk berubah dan memulai hidup yang lebih baik,” ungkapnya.
Antusiasme terlihat dari para peserta pelatihan. Salah seorang warga binaan, Rio, mengaku senang mendapat kesempatan belajar keterampilan baru yang menurutnya bisa menjadi modal bekerja setelah bebas nanti. “Semoga nanti bisa dipakai untuk mencari pekerjaan atau buka usaha sendiri,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Lapas Tabanan berharap proses pembinaan tidak berhenti pada masa hukuman, tetapi mampu membuka jalan bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri baru.(Puspawati/balipost)










