Kondisi bak penampungan sampah di Pasar Tabanan, Selasa (5/5). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Bau busuk dari tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Tabanan mulai berimbas pada ekonomi pedagang. Sejumlah pedagang terpaksa memilih tidak berjualan karena lapaknya berada di dekat timbunan sampah yang tak kunjung diangkut sejak lima hari terakhir.

Memasuki hari kelima pascapembatasan pembuangan sampah ke TPA Mandung, kondisi kawasan kota Tabanan terlihat semrawut. Tumpukan sampah tak hanya meluber ke trotoar, tetapi juga menguasai sejumlah titik strategis. Di Jalan Mawar, Desa Delod Peken, misalnya, sampah terlihat menggunung di sisi jalan.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Sejumlah Pedagang, Tiga Orang Diberikan SP

Kondisi paling parah terjadi di Pasar Tabanan yang kini menyerupai tempat pembuangan akhir. Bau menyengat dari sampah yang tak kunjung diangkut membuat aktivitas jual beli terganggu. Bahkan, sebagian pedagang memilih “libur paksa” karena tidak tahan dengan kondisi lingkungan.

Salah satu pedagang, Ni Made Sucitawati mengaku sudah lima hari terakhir sampah di sekitar pasar tidak diangkut. Kondisi ini membuat sebagian pedagang enggan membuka lapak. “Ada teman saya sampai tidak jualan karena tempatnya dekat dengan bak penampungan sampah,” ujarnya.

Baca juga:  Satpol PP Denpasar Tipiring 5 Pembuang Sampah, Denda Rp100 Ribu

Menurutnya, persoalan utama terletak pada belum optimalnya pemilahan sampah. Meski sosialisasi telah dilakukan, masih banyak pedagang yang mencampur sampah. Selain itu, ulah pihak luar yang membuang sampah sembarangan ke area pasar turut memperparah kondisi. “Sosialisasi sudah ada, tapi belum semua bisa memilah. Akhirnya tercampur lagi,” keluhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana menegaskan bahwa sampah yang tidak diangkut merupakan sampah yang belum dipilah. Sesuai ketentuan dalam SE Bupati, hanya sampah residu yang diperbolehkan masuk ke TPA Mandung.

Baca juga:  TPS 3R di Denpasar Terkendala Tenaga Kerja, Pengolahan Sampah Belum Maksimal

Ia mengakui dampak kebijakan ini membuat wajah kota terlihat kumuh, khususnya di Kecamatan Tabanan dan Kediri. Meski demikian, kondisi ini disebut sebagai bentuk efek jera bagi masyarakat agar lebih disiplin dalam memilah sampah. “Untuk menjaga marwah SE, kalau tidak dipilah, tidak diangkut,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan sampah di Pasar Tabanan perlu dikoordinasikan lebih ketat oleh pengelola pasar, termasuk mengedukasi pedagang agar disiplin memilah sampah dari sumbernya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN