
DENPASAR, BALIPOST.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, inflasi di Denpasar melandai pada April 2026 baik secara tahunan atau year on year (yoy) ataupun bulanan atau month to month (mtm). Tercatat inflasi tahunan mencapai 2,51 persen dan bulanan 0,19 persen.
Jika dibandingkan pada inflasi tahunan pada tahun lalu, terjadi penurunan yang pada April 2025 tercatat inflasi tahunan mencapai 2,69 persen. Kondisi yang sama juga terjadi pada inflasi bulanan yang pada 2025 lalu tercatat inflasi bulanan pada April tercatat 0,69 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan pada April 2026 antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, sewa rumah, biaya pendidikan SMA, beras, angkutan udara, sigaret putih mesin (SPM), nasi dengan lauk, biaya bimbingan belajar, kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, canang sari, sigaret kretek mesin (SKM), pepaya, pembelian mobil, kue basah, jeruk, kopi bubuk, pepes, serta biaya pendidikan akademi/perguruan tinggi.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan meliputi daging babi, bawang putih, bensin, bawang merah, bayam, cabai rawit, baju kebaya, pisang, wortel, pembalut wanita, tongkol diawetkan, celana pendek pria, baju kaos tanpa kerah wanita, baju kaos tanpa kerah anak, sepatu pria, tisu basah, baju muslim anak, nangka muda, rampela, hati ayam, dan tisu.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi bulanan pada April 2026 antara lain beras, angkutan udara, nasi dengan lauk, canang sari, jeruk, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah, pepaya, semangka, pembelian telepon seluler, sigaret putih mesin, bawang merah, minyak goreng, sigaret kretek mesin, kopi bubuk, bensin, iuran pembuangan sampah, angkutan laut, susu cair kemasan, dan tomat.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan antara lain cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, sawi hijau, angkutan antarkota, tongkol diawetkan, buncis, ikan kembung, rampela hati ayam, ikan tongkol, hand body lotion, daging babi, sepatu pria, brokoli, dan bayam.
Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi saat diwawancarai, Selasa (5/5), mengatakan, beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menyumbang inflasi pada Mei ini masih pada komoditas yang bulan April menyumbang inflasi seperti beras, angkutan udara, nasi dengan lauk, jeruk hingga bahan rumah tangga.
Sebagai upaya menekan laju inflasi, beberapa upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar diantaranya, penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar dalam memantau pergerakan harga sembako di pasar tradisional, mengidentifikasi potensi tekanan harga sejak dini dan menyiapkan langkah cepat jika terjadi gejolak. “Selain itu, juga menggelar operasi pasar dan pasar murah di kelurahan dan desa,” ujarnya.
Terakhir yakni menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi. “Dalam hal ini Pemkot berkoordinasi dengan BI Perwakilan Bali, Perum Bulog KanWil Bali, Perumda Pasar, Dinas Perindag Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar, distributor dan pelaku usaha untuk memastikan stok sembako cukup, distribusi lancar serta tidak ada hambatan logistik,” terangnya. (Widiastuti/balipost)










