Kondisi gedung SDN 3 Sembung Gede Kerambitan. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Rencana pemanfaatan wantilan Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, sebagai ruang kelas darurat sementara bagi siswa SDN 3 Sembung Gede batal direalisasikan. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran akan keselamatan siswa mengingat lokasi wantilan berada di jalur padat Denpasar–Gilimanuk. Alhasil, pihak sekolah bersama komite dan orang tua memilih skema pembelajaran daring.

Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, Senin (4/5), mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil khususnya untuk siswa kelas I, II, dan III. Pertimbangan utama karena risiko lalu lintas serta keterbatasan pengawasan jika kegiatan belajar dilakukan di wantilan. “Permintaan komite dan orang tua agar sementara siswa kelas rendah belajar daring. Lokasi wantilan di pinggir jalan nasional dengan arus padat, risikonya tinggi,” ujarnya.

Baca juga:  Sebanyak 14 Ribu Kendaraan Listrik di Bali Terancam Kena Pajak

Selain faktor lokasi, keterbatasan tenaga pendidik juga menjadi pertimbangan. Saat ini, SDN 3 Sembung Gede hanya memiliki 10 tenaga guru dan pegawai sehingga dinilai tidak ideal untuk melakukan pengawasan maksimal di ruang terbuka.

Meski demikian, penggunaan wantilan untuk belajar sementara masih menjadi pilihan. Namun keputusan lanjutan akan dibahas kembali bersama orang tua murid mengingat keterbatasan ruang belajar pasca ambruknya gedung sekolah.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan telah meninjau lokasi dan akan melakukan pembongkaran material bangunan pada Rabu mendatang untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Sambil menunggu penanganan tersebut, sekolah menyiapkan skema alternatif.

Baca juga:  BMPS Bali Tuntut Kembalikan Ribuan Siswa Swasta yang Hilang

Setelah pembongkaran, ruang guru, perpustakaan, hingga ruang kepala sekolah akan dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara. Selain itu, ruang kelas VI yang telah menyelesaikan ujian sekolah juga direncanakan dialihkan untuk siswa kelas rendah yang berjumlah 71 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat ruang di SDN 3 Sembung Gede ambruk akibat kondisi bangunan yang telah tua. Sekolah yang dibangun pada 1980 itu sebelumnya hanya mendapat rehabilitasi ringan berupa perbaikan plafon. Kerusakan yang semula terjadi pada satu ruang kelas kemudian merembet hingga menyebabkan ruang kelas IV, V, VI serta UKS ikut roboh.

Baca juga:  Tabanan Laporkan Tambahan Positif COVID-19, Rinciannya Seperti Ini

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Made Sukanitera mengatakan, untuk SDN 3 Sembung Gede telah masuk dalam daftar usulan program revitalisasi sekolah tahun 2026 yang bersumber dari APBN. Sekolah tersebut berada pada peringkat 14 dari 62 sekolah di Tabanan yang terverifikasi mendapatkan bantuan program pusat tersebut dengan tingkat kerusakan berat.

“Program revitalisasi ini merupakan pengganti DAK. Saat ini kami juga masih menunggu kuota dari pusat. Biasanya Mei–Juni sudah ada penetapan penerima,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN