Ilustrasi bendera Iran dan AS. (BP/Antara)

ISTANBUL, BALIPOST.com – Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa konflik baru dengan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi.

“Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi, dan berbagai bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun,” kata Mohammad Jafar Asadi, wakil inspektur markas militer, dikutip dari Kantor Berita Antara, Sabtu (2/5).

“Tindakan dan pernyataan para pejabat AS sebagian besar berorientasi pada media, yang bertujuan pertama untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk keluar dari situasi sulit yang mereka ciptakan sendiri,” tambahnya.

Baca juga:  Kelompok G7 Dukung Ukraina Hadapi Agresi Rusia

Asadi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kesiapan penuh untuk menghadapi setiap petualangan baru dan salah perhitungan oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan yang diikuti dengan pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, tetapi kesepakatan tidak tercapai.

Baca juga:  Pernah Jadi Simbol Krisis COVID-19, Kini Italia Mulai Berlakukan Bebas Masker

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Teheran pada Kamis mengajukan proposal baru kepada Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan AS guna mencapai kesepakatan mengakhiri perang.

Kendati demikian, masih belum jelas apakah upaya untuk menghidupkan kembali perundingan tersebut akan berhasil. (kmb/balipost)

BAGIKAN