Keributan di depan minimarket, Jalan Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan. Kasus ini dipicu live di medsos. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keributan terjadi di depan sebuah minimarket di Jalan Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Jumat (1/5). Video keributan ini viral di media sosial (medsos).

Ada pun pemicu masalah, BAA (17) tidak terima kepalanya diketok sebagai bagian dari challenge saat live di medsos.

Masalah tersebut kemudian berlanjut dengan pengeroyokan oleh massa yang mengakibatkan BAA dan kakaknya, MRA (18) terluka. Permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (2/5), menyampaikan bahwa sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh anggota Polsek Kutsel. Dari keterangan KGDP (14) status pelajar, pukul 20.30 WITA, ia siaran langsung (live) di medsos bersama Ar dan BAA. Dalam siaran tersebut, terjadi sebuah challenge berupa pemberian gift mawar.

Baca juga:  Pecalang Tangkap Maling di Kuburan

Namun, BAA tidak terima karena kepalanya diketok sebagai bagian dari challenge tersebut. “Terjadi kesalahpahaman yang berujung emosi,” ujarnya.

Adik KGDP juga merasa tidak terima karena kakaknya sempat didorong BAA. Kemudian BAA diajak untuk bertemu secara langsung guna menyelesaikan masalah tersebut.

Terkait peristiwa ini kakak dari BAA, MRA tidak terima karena adiknya dipukul. Mengetahui hal tersebut, saudara KGDP, Bm juga tidak terima sehingga berusaha menghentikan pihak BAA hingga di TKP.

Situasi memanas saat MRA dilihat membawa besi dan setang sepeda. Situasi makin tak terkendali karena warga sekitar berdatangan dalam kerumunan tersebut sampai akhirnya pihak kepolisian tiba di TKP.

Baca juga:  Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Pelanggaran Proyek Lift Kaca Pantai Kelingking

Sementara, teman BAA, MS (18) menyampaikan bahwa pada pukul 19.30 WITA, ia baru pulang dari kerja sebagai buruh proyek di Kedonganan, Kuta. Dalam perjalanan, ia dihubungi oleh BAA yang mengaku dipukul oleh seseorang dan meminta bantuan untuk datang ke lokasi kejadian.

Mendengar hal tersebut, MS langsung menuju lokasi dan setibanya di sana sudah ada beberapa orang berkumpul, termasuk temannya. MS berusaha melerai keributan bersama teman lainnya hingga situasi sempat kondusif.

Selanjutnya, MS bersama teman-temannya memutuskan kembali ke kos. Namun, mereka dicegat oleh pihak yang sebelumnya terlibat keributan tersebut. Waktu itu MS ditanya identitas pelaku pemukulan. MS menyatakan tidak mengetahui secara pasti karena baru datang dari tempat kerja dan hanya berniat melerai.

Baca juga:  Sopir Truk Tangki Air Ngamuk di Jimbaran, Pukul Warga dengan Kunci Roda

Tidak lama kemudian, datang sekelompok orang langsung melakukan pengeroyokan terhadap MS dan teman-temannya. Mereka kemudian dibawa ke sebuah banjar di dekat lokasi dan kembali dikeroyok serta diikat menggunakan tali. Setelah itu, MS dan teman-temannya dibawa kembali ke TKP serta kembali dikeroyok.

Beberapa saat kemudian pihak kepolisian datang untuk meredam situasi. Selanjutnya membawa mereka ke Polsek Kutsel. “Terkait kejadian tersebut saat ini kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat kesepakatan damai. Kedua belah pihak menjamin tidak ada aksi saling balas antar mereka,” kata Iptu Adi Saputra Jaya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN