Penerima beasiswa dalam kegiatan pelatihan pengembangan diri dan kepemimpinan. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan tiap 2 Mei 2026, beasiswa untuk mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas (SMA) ditawarkan. Pendaftarannya dibuka hingga Juni 2026.

Kuota tahun ini mencapai 335 penerima. Dengan rincian 85 penerima beasiswa untuk mahasiswa, serta 250 penerima untuk pelajar sekolah menengah atas.

Menurut Aria Widyanto, Chairman of amartha.org yang mencetuskan beasiswa ini, program ini diharapkan bisa mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di berbagai sektor industri.

Ia mengungkapkan di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki keterampilan masa depan menjadi semakin krusial. Bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) kini menjadi fondasi penting dalam membentuk talenta yang mampu berinovasi dan menjawab kebutuhan industri.

Mengutip data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kebutuhan talenta digital nasional diproyeksikan mencapai sekitar 12 juta orang hingga 2030, dengan kekurangan sekitar 2,7 juta talenta yang belum terpenuhi.

Baca juga:  Dengan Agrosolution, Lahan Kering NTT Potensial Jadi Penopang Ketahanan Pangan Indonesia Timur

Laporan IMDI juga menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan antarwilayah dalam tingkat kesiapan digital masyarakat, serta mayoritas keterampilan yang dimiliki masih berada pada level dasar dan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.

“Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan talenta muda di Indonesia, kami kembali membuka program pendaftaran beasiswa,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan bahwa selama lebih dari 16 tahun mendampingi UMKM di perdesaan, pihaknya melihat tantangan utama yang dihadapi talenta muda di daerah bukan terletak pada potensi, melainkan pada akses dan kesiapan.

Baca juga:  Balongan Berdayakan Difabel dan Atasi Sampah lewat 'Berbisik'

“Potensi talenta muda di daerah sangat besar, namun perlu didukung dengan akses, eksposur, dan pembekalan yang relevan agar siap bersaing dan berkontribusi. Kami berupaya menjembatani potensi tersebut dengan mencetak talenta yang unggul secara akademis, memiliki jiwa kepemimpinan serta mampu menyelesaikan tantangan di lapangan, termasuk di akar rumput,” jelas Aria.

Ada 3 jenis beasiswa yang bisa dipilih, yakni Beasiswa STEAM, Beasiswa Frontier, dan Beasiswa Cendekia. Beasiswa STEAM dan Frontier berfokus pada pengembangan mahasiswa di bidang sains dan sektor strategis, yang ditujukan bagi mahasiswa minimal semester empat dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0 dari 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Sementara itu, Beasiswa Cendekia menyasar pelajar kelas XI SMA/SMK sederajat, khususnya
mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan akses
pendidikan, dengan fokus pada dukungan akademik dan pengembangan karakter.

Baca juga:  Cegah Kepunahan, Ekosistem Perikanan Berdikari Diterapkan dalam Budidaya Ikan Belida

Universitas yang diajak berkolaborasi, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas
Mulawarman.

Dukungan yang diberikan dirancang sesuai kebutuhan tiap jenjang. Pada jalur mahasiswa,
penerima Beasiswa STEAM dan Frontier mendapatkan bantuan pendidikan hingga Rp22 juta per tahun, biaya hidup, pendanaan proyek sosial, hingga akses pelatihan, dan peluang magang.

Sementara pada Beasiswa Cendekia, diberikan dukungan biaya pendidikan bagi pelajar SMA/SMK sederajat sebesar Rp3 juta per tahun, dengan tambahan Rp5 juta bagi penerima yang berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Para penerima juga akan mengikuti berbagai program pengembangan selama satu tahun, mulai dari kelas pengembangan diri, mentoring intensif, hingga kesempatan untuk terhubung dalam jejaring alumni dan inisiatif sosial. (kmb/balipost)

BAGIKAN