Kalapas Tabanan saat menyerahkan bantuan satu unit gerobak UMKM bagi salah seorang keluarga warga binaan, Senin (27/4). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Lapas Kelas IIB Tabanan menyalurkan bantuan satu unit gerobak UMKM kepada salah satu keluarga warga binaan dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (27/4).

Program perdana yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bentuk kepedulian terhadap keluarga warga binaan yang sementara kehilangan tulang punggung keluarga.

Kalapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo mengatakan, bantuan usaha tersebut ditujukan untuk membantu keluarga warga binaan agar tetap memiliki sumber penghasilan selama anggota keluarganya menjalani masa pidana di dalam lapas.

Baca juga:  Tim Yustisi Sidak Pengusaha Potong Babi dan Ayam

“Program ini perdana dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk membantu keluarga warga binaan agar tetap bisa berusaha, meskipun anggota keluarganya sedang menjalani pembinaan di dalam lapas,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan diberikan kepada keluarga warga binaan yang dinilai layak menerima dengan mempertimbangkan perilaku warga binaan yang selama ini menunjukkan sikap baik, disiplin, dan aktif mengikuti pembinaan. Selain itu, kesiapan keluarga dalam mengelola usaha juga menjadi pertimbangan.

Baca juga:  Cegah TBC, Ratusan Warga Binaan Lapas Tabanan Diskrining

Di sisi lain, kondisi Lapas Tabanan saat ini masih menghadapi persoalan overkapasitas. Berdasarkan data terbaru, dari total kapasitas lapas yang hanya 62 orang, saat ini jumlah penghuni telah mencapai 237 orang, terdiri atas 178 narapidana dan 59 tahanan.

Dengan jumlah tersebut, lapas mengalami kelebihan penghuni sebanyak 175 orang atau hampir empat kali lipat dari kapasitas ideal. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. Meski demikian, pihak lapas tetap berupaya mengoptimalkan pembinaan, termasuk melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga agar dampak sosial akibat masa pidana yang dijalani warga binaan dapat diminimalkan. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Penuhi Kebutuhan Warga Saat Wabah COVID-19, Desa Diminta Gelar "Pasar Dadakan"
BAGIKAN