
DENPASAR, BALIPOST.com – Maraknya perilaku wisatawan asing yang berkendara ugal-ugalan di jalan raya Bali memicu dorongan kebijakan baru di sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali kini semakin serius mengarahkan wisatawan untuk tidak lagi menyewa sepeda motor, demi menekan risiko kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa keselamatan menjadi bagian penting dalam konsep pariwisata berkualitas yang tengah didorong pemerintah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-35 DPRD Bali, Jumat (24/4).
Menurut Giri Prasta, fenomena wisatawan asing yang kerap melanggar aturan lalu lintas, mulai dari tidak memakai helm hingga berkendara sembarangan di tengah kepadatan jalan tidak bisa lagi dibiarkan.
“Untuk menghindari pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, wisatawan direkomendasikan menggunakan kendaraan roda empat yang memenuhi standar,” ujarnya.
Kondisi di lapangan memang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Di sejumlah ruas padat, terutama di kawasan Denpasar dan destinasi wisata, wisatawan asing kerap terlihat mengabaikan keselamatan.
Tidak hanya membahayakan diri sendiri, perilaku tersebut juga mengancam pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki.
Anggota DPRD Bali, I Made Rai Warsa, menilai kondisi ini sudah pada tahap meresahkan. Ia bahkan mengusulkan larangan tegas bagi wisatawan asing untuk menyewa sepeda motor.
“Banyak wisatawan asing berkendara tanpa helm. Ini sangat berbahaya. Karena itu perlu kebijakan tegas, salah satunya pelarangan sewa motor,” tegasnya, Jumat (24/4).
Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk membatasi wisatawan, melainkan bentuk perlindungan. Selain itu, kebijakan ini dinilai bisa memberi efek ekonomi bagi transportasi lokal.
“Kalau tidak sewa motor, mereka akan beralih ke transportasi resmi. Ini bisa meningkatkan pendapatan ojek dan layanan transportasi lokal,” imbuhnya.
Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi bagian dari arah besar pembangunan pariwisata Bali yang kini berfokus pada kualitas, bukan kuantitas. Pemerintah ingin memastikan wisatawan yang datang tidak hanya menikmati Bali, tetapi juga menghormati aturan, budaya, dan lingkungan.
Selain aspek keselamatan, wisatawan juga didorong menggunakan biro perjalanan resmi untuk menjamin keamanan dan perlindungan selama berwisata. Pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan, termasuk pengurangan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Meski demikian, wacana larangan sewa motor ini dipastikan akan menuai pro dan kontra. Di satu sisi, langkah ini dianggap perlu untuk menjaga keselamatan dan ketertiban. Namun di sisi lain, pembatasan tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan dan fleksibilitas wisatawan dalam beraktivitas di Bali.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. (Ketut Winata/balipost)
NB: pakai foto wisatawan pakai sepeda motor.
Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone










