Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ke depan tidak akan dialihfungsikan menjadi pusat komersial maupun fasilitas pariwisata. Hal ini disampaikannya saat menjawab aspirasi mahasiswa BEM Universitas Udayana (Unud) dalam dialog terbuka di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/4).

“Bukan untuk bangun mall, bukan untuk bangun fasilitas pariwisata seperti yang dicurigai oleh sejumlah pihak selama ini. No! Gak ada,” tegasnya.

Koster menjelaskan, setelah seluruh proses penanganan sampah di TPA Suwung rampung, area yang selama ini menjadi timbunan sampah akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Lahan tersebut akan diolah hingga bersih dan layak digunakan oleh masyarakat.

Baca juga:  Polsek Blahbatuh Laksanakan Yustisi Duktang

“Ke depan, kalau ini sudah selesai semua, gundulan TPA Suwung itu bisa dimanfaatkan, diolah habis,” ujarnya.

Ia memaparkan, rencana pemanfaatan kawasan tersebut difokuskan pada pembangunan fasilitas publik seperti taman kota dan jogging track. Menurutnya, Bali membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau untuk menunjang kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga estetika sebagai daerah tujuan wisata.

Koster juga menepis kekhawatiran adanya keterlibatan investor dalam pengelolaan kawasan tersebut. Ia memastikan proyek ini murni untuk kepentingan publik tanpa skema kerja sama komersial.

Baca juga:  Wisata Bali Alami Kelesuan, Saatnya Pelaku Usaha Genjot Wisdom

“Jadi sekaligus saya ingin meng-clear-kan, gak ada niat ini akan dijadikan kontrak dengan investor. Gak ada!. Saya jaminannya sebagai gubernur, ini niskala-sekala saya lakukan. Niskala-sekala, catat omongan saya, niskala-sekala,” katanya.

Dalam pernyataannya, Koster bahkan menekankan komitmennya secara menyeluruh, baik secara nyata maupun spiritual, dalam menjalankan program penanganan sampah di Bali. Ia menyebut upaya ini dilakukan dengan niat tulus demi kepentingan masyarakat luas.

Baca juga:  Lewat Topeng 'Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem,' Sanggar Surya Art Suguhkan Kisah Haru di PKB

“Saya niat baik. Saya gak takut sedikitpun, karena saya ini adalah betul-betul saya tulus, lurus untuk ngurus Bali dengan apa yang saya programkan dalam penanganan sampah ini. Hanya perlu waktu,” tandasnya.

Program transformasi TPA Suwung ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali dalam menata sistem pengelolaan sampah sekaligus menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi warga, khususnya di wilayah Denpasar dan sekitarnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN