Korban dan terduga pengelola arisan dan investasi bodong saat diamankan di Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kericuhan terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Senin (20/4). Sejumlah orang tersebut diduga menjadi korban arisan dan investasi bodong dari perempuan berinisial NS (31), yang bertindak sebagai pengelola.

Waktu itu NS gagal berangkat ke Jepang. Terjadilah keributan hingga saling jambak antara NS dengan salah satu korban. Video kejadian itu viral di media sosial (medsos).

Informasi diperoleh di lapangan, NS diduga berperan sebagai pengelola arisan dan investasi bodong tersebut. “Kerugiannya sampai Rp 10 miliar. Katanya dia (NS) ditipu, kenapa tidak cari penipu. Dia mau berangkat ke Jepang,” teriak salah satu korban.

Baca juga:  Berjam-jam Antre Urus Imigrasi di Bandara Ngurah Rai Tuai Keluhan Wisman

Setelah mendengar NS mau berangkat ke Jepang, sejumlah korban mendatangi bandara. Para korban langsung berkoordinasi dan akhirnya ada yang menunggu di bandara.

Saat bertemu awalnya terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Situasi memanas hingga salah satu korban dan NS terlibat perkelahian.

Anggota Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan pihak terkait langsung melerai. Untuk menjaga situasi bandara tetap kondusif, kedua belah pihak tersebut langsung dibawa ke polres.

Baca juga:  Pembatasan Penyeberangan Jawa Bali Mulai Berlaku, Belum Ada Penumpukan

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan kedua belah pihak yang terlibat sempat diamankan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk dilakukan penanganan awal.

“Berdasarkan keterangan sejumlah pihak yang mengaku sebagai korban, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan permasalahan arisan. Korbannya disebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerah di Bali. TKP awal berada di wilayah Karangasem,” ujarnya.

Baca juga:  Semester I 2024, Belasan Juta Penumpang Dilayani Bandara Ngurah Rai

Selanjutnya kedua belah pihak diantar ke Polda Bali untuk proses penyelesaian maupun pelaporan lebih lanjut, mengingat TKP serta para korban tersebar di beberapa daerah di Bali.

Ipda Suka menjelaskan personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai turut melakukan pendampingan terhadap kedua belah pihak selama perjalanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN