SLBN 1 Bangli melakukan pengecekan MBG sebelum dibagikan kepada siswa. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Ribuan siswa di Bangli yang sebelumnya menerima makan bergizi gratis (MBG) jeda untuk sementara waktu. Hal itu menyusul penghentian sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariartha didampingi Kasi Kurikulum Disdikpora Bangli I Nyoman Darmawan, membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, penghentian operasional dilakukan serentak sekitar sepekan lalu oleh Badan Gizi Nasional dikarenakan SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca juga:  Dua Hari Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa, Warga Australia Sempat Minum di Bar

Dari total 12 SPPG di Bangli, pada awalnya ada 10 yang dihentikan sementara operasionalnya. Namun per Rabu (15/4) terdapat satu SPPG yang sudah kembali beroperasi.

Meski hal itu berdampak pada terhentinya distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa, Disdikpora Bangli memastikan bahwa hingga kini tidak ada keluhan resmi dari siswa maupun sekolah yang masuk ke Disdikpora.

Sementara itu, salah satu sekolah yang terdampak penghentian MBG yakni SDN 1 Bangli. Menurut salah seorang guru setempat, para siswanya tidak mendapat MBG sejak 8 April 2026. Tidak diketahui secara pasti sampai kapan. “Kami belum tahu, karena belum ada informasi lanjutan,” ujar Made Yudha Aristayana, guru setempat. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Kasus Bertambah Puluhan Orang, Lebih dari 75 Persen Ada di Kabupaten Ini
BAGIKAN