
DENPASAR, BALIPOST.com – Hasil cacahan sampah organik yang diolah di TPST di Denpasar mulai dibawa ke Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Klungkung. Hasil cacahan ini akan digunakan untuk pupuk sebagai media tanam, taman-taman yang dibuat di kawasan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Wayan Tagel Sidarta saat dikonfirmasi, Senin (13/4). Kebijakan tersebut merupakan solusi sementara atas keterbatasan daya tampung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu dan Pusat Daur Ulang (PDU) Padangsambian.
Dia mengatakan, hasil cacahan organik tersebut sebagai kompos yang saat ini PKB Klungkung diberikan tempat untuk penampungan. “Dibawa ke PKB itu tujuannya untuk persiapan nanti sebagai bahan media tanam untuk taman-taman di PKB,” katanya.
Selain berasal TPST Kesiman Kertalangu dan PDU Padangsambian, hasil cacahan organik dari TPS3R di Denpasar nantinya juga akan dibawa ke sana. Saat ini, kata dia, masih tahap uji coba, belum dapat dipastikan berapa banyak cacahan organik yang dapat dibawa ke PKB Klungkung.
Pengangkutan material cacahan ke Klungkung telah mulai dilakukan sejak, Sabtu (11/4) dan terus berlanjut hingga Senin (13/4). Pada hari pertama, volume yang dikirim mencapai 9,022 ton dari TPST Kesiman Kertalangu menggunakan 7 unit truk.
Selanjutnya, pada Minggu (12/4), volume meningkat signifikan menjadi 58,741 ton, terdiri dari 36,091 ton dari TPST Kesiman Kertalangu dan 22,650 ton dari PDU Padangsambian, dengan total 34 truk pengangkut.
Sementara pada, Senin (13/4), total cacahan yang dikirim mencapai 33,796 ton, masing-masing 16,756 ton dari TPST Kesiman Kertalangu dan 17,040 ton dari PDU Padangsambian dengan 17 unit truk.
Secara keseluruhan, dalam tiga hari pengiriman, total material cacahan yang telah dipindahkan ke kawasan PKB Klungkung mencapai 101,559 ton dengan 58 unit truk. (Widiastuti/balipost)










