Petugas membersihkan sampah sisa persembahyangan serangkaian Karya IBTK di Pura Agung Besakih. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sisa sampah pamedek usai melakukan persembahyangan serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih setiap harinya cukup banyak. Untuk mengangkut sampah tersebut, Desa Adat Besakih menyiapkan puluhan petugas kebersihan setiap harinya.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, untuk di Pura Penataran Agung Besakih, petugas kebersihan yang bertugas untuk mengangkat sampah jumlahnya mencapai 12 orang. “Selain di Pura Penataran Agung, tenaga kebersihan juga membersihkan ke pura-pura pedarman di kawasan Pura Agung Besakih,” ucapnya.

Baca juga:  Umat Hindu Padati Puncak Karya IBTK

Menurut Widiartha, selain petugas kebersihan dari desa adat, ada juga puluhan tenaga kebersihan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab Karangasem yang ikut membantu dalam pengangkutan sampah di Besakih. “Untuk pemda ada 37 petugas kebersihan dan untuk Provinsi Bali sebanyak 25 orang. Mereka menyebar melakukan pembersihan,” katanya.

Sampah-sampah yang dikumpulkan kemudian diangkut menuju TPS 3R dengan menggunakan sejumlah armada. “Sampah yang diangkut langsung dibawa ke TPS 3R yang berlokasi di Banjar Palak untuk diolah,” imbuh Jro Widiartha. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Dinilai Belum Layak, Desa Minta Pembuangan Sampah di Besakih Dicarikan Lokasi Lain

 

BAGIKAN