
DENPASAR, BALIPOST.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Denpasar telah dimulai, Senin (6/4). Ada 92 sekolah di Denpasar setingkat SMP dengan 11.780 siswa ikut dalam tes yang mengujikan 3 materi tersebut. TKA ini disebut mampu mendorong minat belajar siswa sejak ujian nasional dihapus.
Hal tersebut diakui oleh Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani saat ditemui pada sela-sela pelaksanaan TKA. Dia mengatakan, pelaksanaan TKA di SMPN 3 Denpasar diikuti oleh 407 siswa kelas IX. Pihaknya telah melakukan persiapan selama 3 bulan sebelum pelaksanaan TKA.
Adapun siswa terbagi dalam tiga gelombang ujian yakni gelombang 1 (6-7 April) terdiri dari 3 sesi. Gelombang 2 (8-9 April), hanya 1 sesi karena bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi. Dan gelombang 3 (13-14 April) terdiri dari 3 sesi.
Ujian dilakukan menggunakan 60 unit komputer/laptop yang tersebar di beberapa ruangan, dengan pengawasan tambahan melalui Zoom yang dipantau langsung dari pusat. “Materi yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, serta Survei Karakter. Soal-soal tersebut dirancang dengan komposisi 60 persen dari provinsi dan 40 persen dari pusat, yang berfokus pada analisis masalah dan studi kasus,” ungkapnya.
Dikatakan Sujani, nilai TKA kini menjadi kriteria utama dalam mencari jenjang sekolah lanjutan untuk jenjang SMA/SMK Negeri, baik melalui jalur domisili maupun jalur prestasi. Meski demikian, tidak menjadi penentu kelulusan. Menurutnya, semenjak Ujian Nasional dihapus, motivasi belajar siswa cenderung menurun. “Adanya TKA ini sangat penting bagi kami untuk memotivasi anak-anak agar kembali gereget belajar,” tambahnya.
Pada hari pertama pelaksanaan TKA SMPN 3 juga jadi projek peliputan langsung dan mendapat kunjungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) khususnya, Ditjen PAUD dan Pendidikan Dasar serta didampingi tim BPMP.
Ia menambahkan, secara teknis pelaksanaan TKA berjalan relatif lancar. Kendala sempat muncul pada sesi kedua ketika jaringan sempat mengalami gangguan akibat kabel jaringan yang terputus.
“Awalnya sempat tidak bisa masuk saat sesi kedua. Setelah dicek ternyata ada kabel jaringan yang putus. Kami langsung mengantisipasi dengan menggunakan kuota internet sementara sehingga tidak terlalu berdampak,” katanya.
Sementara, itu Kepala Disdikpora Denpasar, A.A. Gede Wiratama mengungkapkan, secara umum pelaksanaan TKA hari pertama berjalan lancar. Terkait dengan mata pelajaran yang diujikan, yang paling diantisipasi dari hasil gladi adalah Matematika. “Tapi sudah diantisipasi oleh guru dengan terus memberikan pelatihan,” paparnya.
Dari 92 sekolah di Denpasar yang melaksanakan TKA, sebanyak 91 sekolah melaksanakan secara mandiri, sementara satu sekolah masih menumpang. “Yang mandiri ada 91 sekolah, dan satu sekolah menumpang karena proses perizinan masih berjalan, yakni SMP High Scope Indonesia. Namun dari sisi fasilitas sebenarnya tidak ada kendala,” terangnya.
Pelaksanaan TKA tingkat SMP dijadwalkan berlangsung lebih awal, sementara untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada 20 April mendatang. Seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dilibatkan dalam pelaksanaan tahun ini.
TKA akan digunakan sebagai salah satu acuan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun tidak menjadi penentu kelulusan seperti halnya Ujian Nasional (UN) sebelumnya. Tes ini lebih kepada mengukur kemampuan akademik siswa dan bisa menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah lanjutan yang diinginkan.
Pada tingkat SMP, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA hanya meliputi literasi dan numerasi yang mengacu pada kemampuan Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, mata pelajaran lainnya tetap dinilai melalui asesmen semester yang menjadi bagian dari penilaian akhir hingga semester enam dan akan tercantum dalam nilai ijazah. (Widiastuti/balipost)










