
GIANYAR, BALIPOST.com – Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif terhadap seorang warga Banjar Adat Bentuyung Sakti, Kelurahan Ubud, yang dilaporkan hilang sejak Jumat (3/4). Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (5/4), fokus penyisiran diperluas dengan melibatkan unit anjing pelacak (K9) Polda Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, IGN Dibya Presasta, Minggu (5/4) menginformasi bahwa identitas warga yang hilang adalah I Wayan Saja (60). Korban diketahui belum menikah dan sebelum kejadian dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang kurang stabil.
”Korban diketahui hilang pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WITA. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sedang dalam masa pengobatan penyakit anemia. Ada dugaan korban terjatuh di area tebing atau lahan di sebelah timur rumahnya,” ujar Ida Bagus Putu Suamba.
Pihak keluarga dan warga adat setempat sejatinya telah melakukan upaya pencarian mandiri sesaat setelah korban tidak ditemukan di kediamannya. Namun, karena hingga sore hari pencarian nihil hasil, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ubud dan diteruskan ke BPBD Gianyar.
Pada Sabtu sore, tim TRC BPBD Gianyar berjumlah 6 personel sempat melakukan penyisiran awal. Namun, medan yang terjal dan kondisi cahaya yang mulai gelap memaksa tim untuk menghentikan sementara operasi SAR dan melanjutkannya pada pagi hari ini.
Operasi SAR Hari Kedua Minggu (5/4), operasi pencarian kembali dimulai pukul 09.00 WITA dengan titik kumpul di Pura Beji Tegallantang, Ubud. Kekuatan personel pun ditambah guna mempercepat penemuan korban.
Unsur yang terlibat dalam pencarian hari ini meliputi TRC BPBD Gianyar & Balawista
Polsek Ubud, Bimas dan Babinsa Kelurahan Ubud, Relawan RAPI Ubud dan Unit K9 Polda Bali. “Hari ini kami dibantu oleh Unit K9 Polda Bali untuk melacak jejak terakhir korban. Mengingat kondisi geografis di sekitar lokasi yang cukup rimbun dan bertebing, keterlibatan anjing pelacak sangat diperlukan,” tambah IGN Dibya Presasta.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di titik-titik yang dianggap rawan dan dicurigai sebagai lokasi jatuhnya korban. Masyarakat setempat juga turut membantu memantau pergerakan di sekitar aliran sungai dan area perkebunan di Wilayah Bentuyung Sakti.(Wirnaya/balipost)










