
DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali menyiagakan tenaga kesehatan di tiga pos kesehatan selama upacara suci besar Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih.
“Layanan kesehatan selama IBTK sudah disiapkan di tiga pos, yaitu di area Manik Mas, di Bencingah, dan di Pesucian dengan melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada di Bali,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bali Dewa Puspa di Denpasar, Sabtu (4/4).
Dikutip dari Kantor Berita Antara, ia menyebut tahun ini sebanyak 576 orang tenaga kesehatan terdiri atas 144 dokter, 288 perawat, dan 144 sopir ambulans akan melayani pemangku maupun pemedek Pura Agung Besakih secara bergantian.
Di pos kesehatan area Pesucian petugas akan berjaga 24 jam penuh, sedangkan di dua pos lainnya 12 jam.
Namun setiap Hari Sabtu, Minggu, dan libur seluruh pos beroperasi 24 jam, sebab diperkirakan jumlah umat Hindu yang datang akan membludak.
“Masing-masing piket jaga terdapat empat orang yang terdiri atas satu dokter, dua perawat, dan satu sopir dilengkapi dengan transportasi. Obat-obatan sudah disediakan oleh masing-masing tim, termasuk oksigen statis disediakan di semua pos kesehatan,” ujar Dewa Puspa.
Upacara di pura terbesar di Pulau Dewata itu sendiri berlangsung 2-23 April 2026. Selama 23 hari setiap setahun sekali ratusan ribu orang akan hadir bersembahyang.
Jika berkaca dari upacara Ida Bhatara Turun Kabeh tahun-tahun sebelumnya, Dinkes Bali mencatat keluhan paling banyak dilaporkan yaitu nyeri otot, sakit kepala, ISPA, maag, darah tinggi, dan kelelahan. Setidaknya pada 2025 mereka melayani 271 kasus.
Bahkan tak jarang pemedek memerlukan layanan darurat hingga dirujuk, mengingat untuk sampai ke kompleks utama pura mereka perlu berjalan kaki di jalan menanjak sejauh satu kilometer.
“Biasanya kelelahan dengan keluhan pusing dan tidak enak badan. Untuk layanan kesehatan yang bersifat darurat dan dirasa memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan,” ujar Dewa Puspa.
“Pernah ada kejadian yang memerlukan penganan lebih lanjut yaitu pasang infus atau pemeriksaan EKG,” sambungnya.
Adapun rumah sakit dan puskesmas yang disiapkan sebagai rujukan selama IBTK 2026 adalah Puskesmas Rendang, RSU Bintang, RSUD Klungkung, RSUD Karangasem, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Bangli, dan RSUP Prof Ngoerah.
Meski sudah disiapkan pos kesehatan dan alur pelayanan selama 23 hari, Dinkes Bali tetap mengimbau masyarakat menjaga kesehatan saat hendak melakukan persembahyangan ke Pura Agung Besakih.
Pemerintah juga mengingatkan perihal pembagian jadwal persembahyangan sesuai kabupaten/kota untuk mengurangi kepadatan pada hari tertentu.
“Imbauan kami agar mematuhi jadwal sembahyang yang sudah ditetapkan oleh panitia agar tidak terjadi kepadatan pengunjung. Persiapkan fisik dengan makanan yang bergizi dan pastikan tubuh dalam kondisi sehat saat tangkil,” kata Dewa Puspa. (kmb/balipost)










