Seorang warga melihat kondisi sampah yang ada didalam Teba Modern di Denpasar. Teba modern ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sekolah-sekolah di Denpasar diharapkan mengelola sampahnya secara mandiri. Terutama sampah organik yang tidak boleh lagi dibawa ke TPA Suwung. Sekolah negeri ataupun swasta di Denpasar ditargetkan pembuatan teba modern, juga telah dibagikan komposter bag untuk mengolah sampah organik.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar A.A Gede Wiratama saat diwawancarai, Sabtu (4/4). “Di sekolah sudah ada teba modern, juga ada komposter bag, sehingga masalah sampah organik bisa terselesaikan,” ujarnya.

Baca juga:  Wagub Cok Ace Berharap Perkembangan Sepak Bola di Bali Berjaya

Wiratama menyebutkan, pembuatan teba modern di sekolah dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi ini berasal dari anggaran Disdikpora, DLHK Denpasar, yayasan, dana bos, hingga CSR. Dengan begitu pembuatan teba modern ini bisa terealisasi dengan baik. “Sudah banyak sekolah yang punya. Sekarang kami juga sedang membuat teba modern dengan anggaran Dikpora. Kurang lebih sekitar 200 unit,” paparnya.

Pengelolaan sampah organik melalui teba modern dan komposter bag ini dikatakannya akan dijadikan kompos. Kompos tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman yang ada di area sekolah.

Baca juga:  Satpol PP Amankan Enam Cewek Kafe Tak Beridentitas  

Sementara untuk pengelolaan sampah anorganik dikerjasamakan dengan bank sampah. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kantin sekolah agar tidak menjual makanan dengan kemasan plastik. Demikian untuk residu masih bisa dibawa ke TPA Suwung. “Jadi hanya sampah residu ini yang keluar sekolah,” katanya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN