Salah satu kondisi saluran irigasi yang jebol di Tabanan akibat curah hujan tinggi belum lama ini. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Tujuh paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi akan dikerjakan Pemerintah Kabupaten Tabanan pada 2026. Program yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini menyerap anggaran Rp2 miliar dari APBD, dan saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Paket tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan saluran baru, perbaikan bendung, hingga pembangunan talang air dan senderan pada sejumlah subak. Pekerjaan tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Desa Perean, Nyitdah (Kecamatan Kediri), Peken Belayu dan Kukuh (Kecamatan Marga), Penebel, serta Desa Gubug.

Baca juga:  Harga Emas Pegadaian Masih Bertahan, Antam Tertekan Tajam Jumat Pagi

Kepala Bidang SDA Irigasi Dinas PUPR Tabanan, I Gusti Made Wira Ariadi, menyebutkan pengerjaan fisik ditargetkan mulai Maret 2026 jika tidak ada kendala.
“Saat ini masih tahap perencanaan. Mudah-mudahan Maret sudah bisa jalan,” ujarnya, Jumat (3/4).

Ia menjelaskan, kerusakan jaringan irigasi dipicu sejumlah faktor, seperti usia saluran yang sudah tua, kebocoran, serta dampak bencana alam yang menyebabkan beberapa titik saluran terputus. Seluruh kegiatan ditangani Dinas PUPR Tabanan melalui Bidang SDA Irigasi dengan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Tabanan.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi COVID-19, 86 Persen "Gig Workers" Alami Berkurangnya Penghasilan 

Setiap paket pekerjaan disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan, dengan nilai anggaran bervariasi antara Rp200 juta hingga Rp400 juta per paket.

“Perbaikan ini untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi subak apalagi Tabanan merupakan lumbung pangan utamanya di sektor pertanian,”pungkasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN