Petugas melaksanakan pemeriksaan umat yang hendak melaksanakan Kamis Putih di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Kamis (2/4). Pemeriksaan ini untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran umat dalam melaksanakan Misa. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ribuan umat kristiani sudah memadati Gereja Katedral, Denpasar untuk melakukan misa pada dengan Kamis Putih, Kamis (2/4). Pengamanan pun dilakukan cukup ketat berkaca dari situasi global yang kini kurang kondusif.

Wakil Ketua Panitia Paskah 2026, Baltasar Kolo saat ditemui pada sela-sela kesibukan persiapan misa mengatakan, dari sisi pengamanan dilakukan berlapis. Mulai dari steril area sebelum persembayangan dimulai, lanjut pemeriksaan awal secara manual di lokasi parkir hingga pemeriksaan di pintu masuk dengan menggunakan mesin x-ray.

Baca juga:  Polsek Gencarkan Sidak Duktang

“Paskah kali ini dengan kita fokus pada kemanan mengingat situasi yang terjadi di Indonesia dan global kurang kondusif. Pemeriksaan dilakukan di beberapa titik. Demikian umat juga dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti korek api hingga rokok elektrik,” katanya.

Demikian dikatakannya, rangkaian dari Paskah ini sudah dimulai sejak bulan sebelumnya yakni Rabu Abu, kemudian minggu lalu ada perayaan Minggu Palma. Untuk perayaan Paskah sendiri kata dia dimulai pada Kamis (2/4) dengan pelaksanaan misa bersama.

Baca juga:  Ribuan Umat Iringi Prosesi "Malasti" Serangkaian Pujawali di Pura Penataran Ped

Pelaksanaan misa ini kata Kolo panggilan akrabnya, berlangsung 4 kali pada Kamis Putih ini. Kemudian pada Jumat Agung misa dilaksanakan sebanyak 5 kali, Sabtu 4 kali misa, Minggu 4 kali dan Senin 2 kali misa.

Disinggung terkait jumlah umat yang melakukan persembayangan di Gereja Katedral, Kolo mengatakan, tahun ini sulit diprediksi. Namun berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah umat bisa mencapai 10 ribu orang pada satu kali misa di waktu-waktu tertentu. “Umat susah diprediksi datangnya, kalau cuaca seperti ini kemungkinan banyak yang datang sore ke malam itu,” terangnya.

Baca juga:  Toleransi Umat Beragama di Klungkung, Bupati Suwirta Turut Jaga Warga Shalat Ied

Pada Kamis Putih ini dikatakannya persembahyangan disertakan dengan pembasuhan kaki 12 murid Yesus. Kemudian pada puncaknya Jumat Agung persembahyangan disertai kecup salip. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN