Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par saat menandatangani seruan bersama dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan dan menyongsong Idul Fitri 1447 Hijriah. (BP/Ist)

AMPLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antar umat beragama di Bumi Lahar. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan seruan bersama dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan dan menyongsong Idul Fitri 1447 Hijriah.

Agenda penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Karangasem pada Senin (9/3), dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, jajaran Forkopimda, serta tokoh-tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karangasem.

Baca juga:  Dihantam Mobil, Pasutri Asal Mendoyo Tewas

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par, mengatakan bahwa seruan bersama ini merupakan buah dari koordinasi intensif dan musyawarah mufakat demi menjamin pelaksanaan ibadah setiap pemeluk agama berjalan dengan khidmat, aman dan kondusif.

“Tahun ini merupakan momentum istimewa di mana Hari Suci Nyepi berdekatan dengan pelaksanaan ibadah saudara-saudara kita umat Muslim. Melalui seruan bersama ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh krama Karangasem dapat menjalankan kewajiban agamanya masing-masing dengan tetap mengedepankan rasa saling menghormati dan menjaga kesucian hari raya,” ujarnya.

Baca juga:  Sudah Jadi 60 Persen, Ogoh-ogoh di Dalung Dirusak dan Dibakar OTK

Gus Par mengatakan, ada beberapa poin utama dalam seruan bersama tersebut menekankan pada penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian. Seluruh masyarakat dan wisatawan diimbau untuk menaati aturan selama pelaksanaan Nyepi demi menjaga kesucian dan ketenangan Pulau Bali. Pihak keamanan dari unsur kepolisian, TNI, hingga pacalang akan bersinergi di lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem.

“Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap narasi toleransi yang dibangun di Karangasem dapat menjadi contoh positif tentang bagaimana keberagaman justru mempererat tali persaudaraan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat menyama braya. Kita tunjukkan bahwa di Karangasem, kerukunan adalah fondasi utama pembangunan kita,” katanya. (Adv/balipost)

Baca juga:  Puasa Pertama Bertepatan Nyepi, Sholat Tarawih Dilaksanakan Di rumah Masing-masing

 

BAGIKAN