Dokumen - Atlet Wushu di Denpasar. (BP/Istimewa))

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 192 atlet Wushu terbaik ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar 2026. Ajang ini menjadi panggung penting bagi para pelajar untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperebutkan tiket mewakili Denpasar berlaga di Provinsi Bali.

Peserta yang berasal dari 36 sekolah di empat kecamatan ini tampil dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Mereka menunjukkan teknik, disiplin, dan mental bertanding hasil tempaan latihan intensif di sasana masing-masing.

Baca juga:  Dari Penyebab Diracunnya Anjing Liar hingga Bagi-bagi Kue dari Orang Tak Dikenal

Koordinator Pekan Olahraga Pelajar Wushu Kota Denpasar, AA. Ngurah Jayanegara, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta tahun ini menjadi indikator berkembangnya olahraga Wushu di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan puncak pembuktian bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan secara objektif.

“Para atlet yang tampil merupakan yang terbaik setelah melalui berbagai uji coba. Ini adalah momen penting untuk meraih kesempatan membela Denpasar di tingkat provinsi,” ujarnya.

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Donor Darah di Denpasar dan Sekitarnya Seminggu Ini

Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menerapkan standar regulasi dari International Wushu Federation (IWUF). Pada kategori Taolu (seni), pertandingan dibagi ke dalam empat kelompok usia, yakni Junior D hingga Junior A, dengan nomor yang dipertandingkan meliputi jurus tangan kosong, pedang, golok, toya, tombak, taichi, hingga nomor beregu (JITI).

Sementara itu, kategori Sanda (tarung) menyajikan duel sengit antar atlet SMP dan SMA/SMK. Demi menjaga sportivitas, setiap kontingen hanya diperbolehkan mengirim satu atlet di tiap kelas berat badan.

Baca juga:  Pembukaan Porsenijar Provinsi Bali 2023, Gubernur Koster Minta Junjung Tinggi Sportivitas

Panitia juga membatasi maksimal dua atlet pada nomor tunggal sebagai upaya pemerataan kekuatan sekaligus mendorong sekolah lebih aktif dalam pembinaan atlet secara mandiri.

“Potensi besar terlihat pada nomor tradisional dan senjata. Kami berharap para juara nantinya memiliki mental juara untuk mempertahankan supremasi Wushu Denpasar di tingkat Bali bahkan nasional,” tambahnya. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN