Suasana pertandingan hari pertama cabang olahraga pencak silat Porsenijar Kota Denpasar 2026 di GOR Ngurah Rai Denpasar, Jumat (27/3). (BP/suk)  

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 716 peserta cabang olahraga pencak silat turut meramaikan ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar 2026. Pertandingan hari pertama digelar di GOR Ngurah Rai, Jumat (27/3), dengan melibatkan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Koordinator pelaksana pencak silat, I Gede Feri Setiawan, menjelaskan bahwa dari total peserta tersebut, sebanyak 80 atlet berasal dari tingkat SD, 407 atlet dari SMP, dan 229 atlet dari SMA.

Baca juga:  Kejahatan Jalanan Marak, Polresta "All Out" Patroli di Sejumlah Lokasi Ini

Pada pelaksanaan awal, pertandingan difokuskan untuk kategori SD yang akan berlangsung selama tiga hari. Selanjutnya, kompetisi akan berlanjut ke tingkat SMP dan ditutup dengan pertandingan tingkat SMA.

Rinciannya, untuk tingkat SD terdiri dari 40 peserta putra dan 40 putri. Pada tingkat SMP, diikuti 230 putra dan 177 putri. Sementara di tingkat SMA, terdapat 151 putra dan 78 putri yang ambil bagian.

Baca juga:  Atlet Cricket Bali, Agung Ita Mutasi ke DKI

Meski demikian, Feri mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Kendati begitu, pihaknya tetap optimistis terhadap kualitas atlet yang berlaga.

Hasil dari Porsenijar Kota Denpasar 2026 ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan atlet yang akan mewakili Denpasar pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

“Target kami tentu menjadi juara umum di Porjar Bali. Setelah hasil Porsenijar ini keluar, kami akan melakukan pembinaan secara intensif bagi para juara di masing-masing jenjang,” ujar Feri.

Baca juga:  Ethan Mbappe Jegal Langkap PSG Raih Kemenangan Lawan Lille

Ia menambahkan, pembinaan tersebut penting untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memperkuat mental bertanding para atlet, sehingga mampu bersaing dan menunjukkan performa terbaik di tingkat provinsi. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN