Ketua Bidang Hukum dan Etika KONI Bali, Fredrik Billy. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – KONI Bali mulai mengambil langkah tegas untuk menjaga aset atlet berprestasi dari potensi pindah ke daerah lain. Kebijakan ini mencakup kewajiban pembayaran kompensasi bagi atlet yang ingin melakukan mutasi, dengan nilai yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua Bidang Hukum dan Etika KONI Bali, Fredrik Billy, menegaskan bahwa setiap proses perpindahan atlet harus melalui prosedur administrasi yang jelas dan tidak bisa diabaikan. Mulai dari surat permohonan, rekomendasi dari daerah asal, hingga persetujuan dari daerah tujuan menjadi syarat utama.Menurutnya, perpindahan atlet nonprestasi umumnya tidak menjadi persoalan besar. Mayoritas terjadi karena alasan pendidikan atau mengikuti orang tua yang pindah tugas ke luar daerah.

Baca juga:  Sepak Takraw Denpasar Naik dari Grade 4 ke Grade 1

“Sebagian besar karena sekolah atau ikut orang tua dinas. Itu hal yang wajar dan tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Namun, aturan berbeda diberlakukan bagi atlet yang telah memiliki prestasi, terutama yang pernah menyumbangkan medali bagi Bali. KONI Bali mewajibkan adanya koordinasi khusus serta pembayaran kompensasi sebagai bentuk penghargaan atas pembinaan yang telah diberikan.
“Untuk atlet berprestasi, harus ada koordinasi dan kompensasi yang wajib dipenuhi,” tegasnya.

Baca juga:  Putri Suastini Koster: Kaum Ibu Harus Kreatif Pertahankan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi

Kebijakan ini didasarkan pada besarnya investasi yang telah digelontorkan pemerintah daerah dalam membina atlet hingga mencapai prestasi tertentu. Bahkan, dalam beberapa kasus, meskipun alasan perpindahan dinilai wajar, kewajiban kompensasi tetap berlaku.

Sebagai contoh, seorang atlet paramotor yang pindah ke Sulawesi Tengah karena mengikuti orang tua yang berdinas di TNI tetap dikenakan biaya penggantian pembinaan, lantaran pernah mengharumkan nama Bali.

Besaran kompensasi pun bervariasi, tergantung pada tingkat prestasi atlet. Untuk atlet dengan capaian internasional, seperti peraih medali di ajang SEA Games, nilai kompensasi dapat mencapai hingga Rp300 juta.

Baca juga:  Pembunuhan di Kebun Jagung, Polisi Gelar Olah TKP Ulang

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan prestasi olahraga Bali sekaligus memberikan keadilan atas investasi pembinaan yang telah dilakukan selama ini. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN