Suasana proses seleksi atlet GABSI Buleleng jelang Porjar Bali. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Buleleng mulai mempersiapkan kekuatan terbaiknya untuk menghadapi ekshibisi Porjar Bali 2026 melalui seleksi atlet tingkat SMP dan SMA yang digelar di SMPN 8 Singaraja, Jumat (15/5). Seleksi ini menjadi langkah awal dalam menjaring pasangan atlet terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Buleleng pada ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Bali tersebut.

Melalui seleksi ini, GABSI Buleleng bertekad kembali merebut gelar juara umum setelah sukses mempertahankan predikat tersebut selama tiga tahun berturut-turut pada ajang yang sama. Pada Porjar 2025, GABSI Buleleng berhasil meraih dua medali emas dari nomor Beregu SMP dan Pasangan SMP.

Baca juga:  Bangli Ikuti 22 Cabor di Porjar Bali

Selain itu, satu medali perak diperoleh dari nomor Pasangan SMA, serta satu medali perunggu dari nomor Beregu SMA. Hasil tersebut mengantarkan GABSI Buleleng menjadi juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Adapun kategori yang dipertandingkan dalam ekshibisi PORJAR Bali 2026 meliputi Beregu SMP, Beregu SMA, Pasangan SMP, dan Pasangan SMA, dengan total empat medali yang diperebutkan. Dalam proses seleksi, GABSI Buleleng menerapkan penilaian berdasarkan hasil pertandingan serta akumulasi masterpoint yang telah dikumpulkan atlet sebelumnya. Atlet yang konsisten meraih prestasi akan memperoleh poin tambahan sebagai salah satu acuan dalam penentuan tim.

Baca juga:  Investigasi Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Ahli dan Pakar Dilibatkan

Ketua Pengkab GABSI Buleleng, I Made Nuridja, mengungkapkan bahwa tahun ini GABSI Buleleng mulai memperluas pembinaan hingga jenjang sekolah dasar. Salah satunya melalui pengembangan olahraga bridge di SDN 3 Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak.
“Seleksi ini dilakukan untuk mencari atlet terbaik Buleleng yang akan berlaga pada ekshibisi Porjar Bali yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang di Denpasar,” ujarnya.

Setelah proses seleksi selesai, GABSI Buleleng akan melaksanakan training center (TC) secara berkala dan intensif bagi atlet terpilih. Saat ini, tercatat sekitar enam sekolah telah terlibat dalam kegiatan seleksi tersebut.

Baca juga:  Sambut Atlet Asian Games 2018, Bupati Suwirta Berharap Terus Lahir Atlet Andal

Meski demikian, pihak panitia mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait jarak tempuh atlet dari masing-masing sekolah. Selain sebagai ajang pencarian atlet terbaik, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antaratlet agar semakin solid dan mampu membangun sinergi yang kuat.

“Minat siswa di Kabupaten Buleleng terhadap olahraga bridge pun terus meningkat setiap tahunnya. Ke depan, GABSI Buleleng berencana memperluas pembinaan ke sejumlah sekolah strategis lainnya di Kota Singaraja,” tambahnya. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN