
NEGARA, BALIPOST.com – Di tengah peningkatan mobilitas pasca-Lebaran, arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk mulai ramai, namun pergerakannya masih terjaga. Diperkirakan puncak arus balik kedua terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Sejauh ini, kendaraan yang kembali dari Jawa ke Bali bertambah secara bertahap. Dalam periode arus balik 22–26 Maret 2026, sebanyak 62.503 unit kendaraan telah kembali ke Bali, setara sekitar 38% dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa. Sementara itu, sekitar 100 ribu unit kendaraan masih belum melakukan perjalanan balik. Diperkirakan pada akhir pekan ini mulai terjadi.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano menyampaikan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari kesiapan operasional yang diperkuat sejak awal masa Angkutan Lebaran. Distribusi kendaraan yang tidak terkonsentrasi pada satu waktu menjadi kunci menjaga kelancaran di pelabuhan. “Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik. Pergerakan yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” ujarnya.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, pengaturan kendaraan masuk pelabuhan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone serta penguatan manajemen lalu lintas. “Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” jelasnya.
Imbauan ini sejalan dengan langkah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang turut mendorong masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya, untuk bijak menentukan waktu perjalanan. Momentum Lebaran Ketupat yang menjadi tradisi di kawasan tapal kuda dan Madura diperkirakan akan meningkatkan mobilitas secara signifikan.
Berdasarkan data posko pada 26 Maret 2026, tercatat jumlah trip di Pelabuhan Ketapang sebanyak 213 trip, dengan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 43.963 orang atau turun 7,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.343 orang. Sedangkan kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 itu mencapai 7.635 unit atau turun 6,7% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 8.185 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.882 unit atau turun 9,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.401 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.065 unit atau naik 26,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 841 unit. Sementara, bus yang menyeberang mencapai 314 unit atau naik 1,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 319 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 13.896 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+4 atau turun 5,8% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.746 unit. Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali dari Pelabuhan Ketapang mulai dari H-10 sampai H+4 tercatat 419.580 orang atau turun 0,1% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 420.103 orang. Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 105.815 unit atau naik 3,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 101.888 unit. (Surya Dharma/balipost)










