Tangkapan layar peristiwa pengeroyokan di Kuta, Badung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim gabungan Polsek Kuta, Polresta Denpasar dan Polda Bali terus mengembangkan kasus pengerusakan mobil serta pengeroyokan dengan korban anggota Polri, AY, yang terjadi di Jalan Pantai Kuta. Saat ini polisi masih memburu sejumlah orang yang diduga debt collector terlibat kasus tersebut.

Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputro, Jumat (27/3) menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih mengejar pelaku lainnya dan sudah masuk dalam DPO (daftar pencarian orang). “Kami sudah koordinasikan dengan Subdit Jatanras Polda Bali. Termasuk polres di luar Polda Bali untuk bisa menangkap pelaku tersebut. Pelakunya diduga lebih dari dua orang,” tegasnya.

Baca juga:  Aniaya Pemotor, Debt Collector Mengaku Anak Tentara Ditangkap

Terkait kronologinya, mantan Kapolsek Kuta ini menjelaskan, awalnya mobil itu diamankan di Polda Bali, lalu diambil oleh korban. Selanjutnya korban membawa mobil itu  jalan-jalan ke Kuta.

Setibanya di TKP, korban langsung dihadang oleh para pelaku. Selanjutnya para pelaku merusak mobil dan mengeroyok korban. “Mobil itu ditumpangi sekeluarga, lebih dari tiga orang. Motif kasus ini ada kaitannya dengan debt collector,” ujarnya.

Menurut Kompol Agus, status mobil tersebut hak milik. Masalah dijadikan agunan dan lain-lain, masih didalami oleh penyidik.

Baca juga:  Keberangkatan ke ITB Berlin, BPPD Badung Sebut Keputusan Dispar

Seperti diberitakan, kericuhan terjadi di Jalan Pantai Kuta, Rabu (25/3) dini hari. Sejumlah orang diduga debt collector menghadang mobil dikendarai pria asal Malang, Jawa Timur, berinisial AY (48) yang merupakan anggota Polri bertugas di Polda Jawa Timur.

Mereka mengeroyok AY dan merusak mobil tersebut. Terkait kejadian ini, pihak kepolisian baru menangkap dua pelaku, LG alias Arif (29) asal Yogyakarta dan On alias Mesak (29) asal NTT. Hasil tes urine ternyata tersangka LG alias Arif positif konsumsi narkoba. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Dinas Pertanian Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Ratusan HPR di Blangsinga
BAGIKAN