Situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (26/3) siang, belum dipadati kendaraan yang datang dari Pelabuhan Ketapang. Diperkirakan akhir pekan ini merupakan puncak arus balik Lebaran. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mulai terlihat. Namun, hingga H+3, jumlah pemudik yang kembali ke Pulau Dewata masih tergolong landai pada siang hari.

Peningkatan baru terjadi pada malam hari. Diperkirakan puncak arus balik terjadi pada akhir pekan ini.

Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang–Gilimanuk mencatat, pada periode H+3 saja, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk mencapai 44.898 orang. Angka ini meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 42.108 orang.

Selain penumpang, pergerakan kendaraan juga cukup tinggi. Tercatat 8.691 unit sepeda motor dan 4.644 unit mobil pribadi masuk ke Bali dalam sehari. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang pada H+3 mencapai 14.558 unit atau naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, secara kumulatif sejak H+1 hingga H+3, jumlah pemudik yang kembali ke Bali baru mencapai 128.725 orang. Angka ini menunjukkan arus balik masih berlangsung bertahap dan belum memasuki puncak.

Baca juga:  PMK Tak Cuma Rugikan Peternak, Pariwisata akan Terimbas Jika Gagal Diatasi

Sejumlah pemudik memilih kembali lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Agus (35), pemudik asal Probolinggo, mengaku tidak ingin terjebak antrean seperti saat arus mudik lalu. Makanya, ia bersama keluarga memilih waktu lebih awal sebelum usai liburan, untuk ke ke Bali. Saat mudik pekan lalu, ia mengaku terjebak antrean hingga belasan jam. “Karena bawa anak-anak, sekalian agar anak-anak bisa istirahat sebelum masuk pekan depan dan tidak mepet waktu,” terangnya.

Baca juga:  Pria Malaysia Dituntut 10 Tahun

Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian mengatakan, pola arus balik tahun ini melalui Pelabuhan Ketapang diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang. Setelah peningkatan jumlah penumpang pada 24 Maret lalu, kepadatan diperkirakan kembali terjadi menjelang akhir pekan. “Kami perkirakan lonjakan berikutnya akan terjadi pada 27 hingga 29 Maret,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan arus, ASDP telah mengoperasikan ratusan perjalanan kapal. Pada H+3, tercatat 223 trip kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Baca juga:  Sosialisasi Penlok Tol, Warga Pertanyakan Sinkronisasi Data Kepemilikan Tanah

Sementara itu, pengamanan di pintu masuk Bali juga diperketat. Polres Jembrana melalui Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melakukan pemeriksaan kendaraan, penumpang, serta barang bawaan secara selektif dan humanis. Kegiatan yang dipimpin AKP I Putu Suparta, Kamis (26/3), melibatkan 21 personel di pos 2 pintu masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan hal mencurigakan dan arus lalu lintas terpantau tetap lancar. “Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan humanis untuk memastikan situasi tetap aman. Sampai saat ini kondisi masih kondusif,” ujarnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN