Tim melakukan koordinasi untuk evakuasi jasad pendaki yang telah ditemukan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Setelah dua pekan dilakukan pencarian, pendaki lansia asal Desa Jegu, Kecamatan Penebel, akhirnya ditemukan di kawasan jurang Gunung Batukaru, Sabtu (9/5). Pada Minggu (10/5), jasad I Made Dibia (84) itu dievakuasi dari jurang sedalam 93 meter.

Proses evakuasi baru dilakukan pada Minggu pagi akibat cuaca ekstrem, medan terjal, serta kondisi yang mulai gelap.

Korban dilaporkan hilang sejak 25 April 2026. Operasi pencarian dipimpin langsung Kapolsek Selemadeg I Made Subadi dengan melibatkan 137 personel gabungan dari kepolisian, BPBD, Basarnas, relawan, serta warga Desa Adat Sarinbuana dan Wanagiri.

Baca juga:  Terlibat Satu Kilo Sabu, Pasutri Hanya Dihukum 11 Tahun

Titik terang pencarian muncul sekitar pukul 13.30 WITA, setelah tim menemukan tas milik korban berisi obat-obatan dan rokok di jurang sebelah kiri atas Munduk Ngandang. Berdasarkan petunjuk tersebut, tim kemudian melakukan penyisiran vertikal ke dasar jurang sedalam sekitar 93 meter.

Di lokasi itulah petugas menemukan jasad korban. Identitas korban diperkuat melalui barang-barang pribadi yang dikenali pihak keluarga.

Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi mengatakan proses evakuasi tidak memungkinkan dilakukan Sabtu sore karena kondisi medan sangat berbahaya. Hujan lebat disertai kabut tebal membuat jarak pandang terbatas, sementara pencahayaan dan peralatan evakuasi jurang dinilai belum memadai.

Baca juga:  Tiongkok Dukung Percepatan Pemulihan Bali, Konsul Beberkan Caranya

“Keselamatan personel menjadi prioritas. Karena cuaca ekstrem dan kondisi sudah remang-remang, evakuasi kami tunda,” tegasnya.

Seluruh tim pencari kemudian ditarik kembali ke titik kumpul di kawasan Pura Jatiluwih sekitar pukul 14.00 Wita. Sementara itu, koordinasi lanjutan dilakukan bersama Sat Samapta, Polairud Polres Tabanan, hingga Tim Basarnas Provinsi Bali yang tiba di lokasi menjelang malam.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait, proses pengangkatan jenazah dilakukan Minggu (10/5) mulai pukul 07.00 WITA secara kolektif.(Puspawati/balipost)

Baca juga:  Warga Yeh Sumbul Pertanyakan Ditolaknya Permohonan SPPT
BAGIKAN