Kalaksa BPBD Bali, I Gede Teja. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang berdekatan dengan arus mudik Idulfitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memastikan kondisi cuaca relatif kondusif dan tidak mengganggu jalannya upacara. Termasuk pada saat malam “Pengerupukan” yang identik dengan ngarak ogoh-ogoh.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Teja, mengatakan secara umum musim hujan di Bali telah melewati puncaknya. Meski demikian, potensi hujan ringan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

“Secara umum besok saat pengerupukan hingga Nyepi, cuaca diperkirakan cerah berawan. Ada potensi hujan ringan di beberapa titik seperti Denpasar dan Padangbai, tetapi sifatnya dinamis dan tidak signifikan,” ujarnya saat diwawancara, Selasa (17/3).

Baca juga:  Rapid Test Massal Kedua di Banjar Munduk, Sebelas Warga Reaktif

Ia menjelaskan, masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca secara lebih rinci melalui informasi resmi dari BMKG yang menyajikan prakiraan hingga per jam di masing-masing wilayah.

Selain cuaca, BPBD juga mengingatkan potensi gelombang laut yang masih cukup tinggi, khususnya di jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang. Di bagian utara pelabuhan, gelombang diperkirakan cukup tinggi, sementara di selatan berkisar antara 1 hingga 2 meter.

“Untuk penyeberangan, keputusan operasional bersifat dinamis tergantung kondisi cuaca per jam. Petugas di pelabuhan akan melakukan analisis sebelum kapal diberangkatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat signifikan karena berdekatan dengan Idulfitri. Diperkirakan lebih dari 150 ribu orang akan melakukan perjalanan keluar-masuk Bali, sehingga meningkatkan potensi risiko di lapangan.

Baca juga:  Tak Berfungsi, Sirine Peringatan Tsunami di Lokasi Ini

Untuk itu, pengamanan arus lalu lintas telah diantisipasi oleh kepolisian bersama dinas perhubungan dengan menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pemantauan di jalur-jalur strategis.

BPBD Bali juga memastikan kesiapsiagaan penuh selama rangkaian Nyepi. Meski sebagian personel turun ke lapangan, pengendalian tetap dilakukan dari posko utama.

“Kami tetap siaga 24 jam. Saat Nyepi, sekitar 15 personel standby di kantor, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan pos komando operasional,” ungkap Teja.

Baca juga:  Dari Wagub Cok Ace Beber Alasan Dikeluarkannya Surat Edaran Soal PPDN hingga SE 2021 Disesuaikan!

Ia menambahkan, layanan komunikasi dan sistem peringatan dini tetap dioperasikan meskipun sebagian besar aktivitas di Bali dihentikan saat Nyepi. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat jika terjadi kondisi darurat.

Selain potensi cuaca ekstrem, BPBD juga mengantisipasi kemungkinan bencana lain seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Personel juga disiagakan di rumah dengan surat tugas untuk memudahkan mobilisasi jika terjadi keadaan darurat. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, tapi kesiapan tetap kami lakukan,” tegasnya.

Pihaknya berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi, mulai dari pengerupukan hingga Ngembak Geni, dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan berarti. (Winata/balipost)

 

BAGIKAN