Sejumlah pemudik menunggu datangnya bus AKAP di Terminal Penumpang Tipe A Mengwi Bali, Selasa (17/3). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk berdampak langsung pada arus mudik Lebaran 2026. Ratusan bus antar kota antar provinsi (AKAP) terpaksa menunda keberangkatan dari Terminal Tipe A Mengwi guna mengurai antrean penyeberangan menuju Pulau Jawa. Akibatnya, ribuan calon penumpang tertahan dan harus menunggu kepastian jadwal keberangkatan.

Kepala Wilayah Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra mengungkapkan bahwa kondisi penumpang di terminal saat ini justru mengalami penurunan, meskipun sebelumnya tanggal 17 Maret 2026 diprediksi menjadi puncak arus mudik.

“Ternyata kemarin terakhir adalah lonjakan penumpang karena ada kaitannya dengan kondisi dari penyeberangan di Gilimanuk. Jadi hari ini menurun, termasuk dari segi keberangkatan penumpang ataupun juga keberangkatan armada bus,” ujar Dewa Tantara, Selasa (17/3).

Baca juga:  Nganggur Akibat COVID-19, Sopir Travel Ditangkap Karena Ini

Penurunan jumlah penumpang tersebut tidak lepas dari keterlambatan keberangkatan bus yang dipicu kemacetan di jalur penyeberangan. Pihak terminal pun mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau perusahaan otobus untuk menunda perjalanan keluar Bali hingga situasi lebih kondusif.

“Jadi kami juga dari Terminal Tipe A Mengwi mengimbau kepada perusahaan otobus agar tidak melaksanakan keberangkatan di pagi hari sambil menunggu terurainya volume lalu lintas yang ada di penyeberangan Gilimanuk,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan terbaru, antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada pagi hari mencapai hingga 19 kilometer. Untuk itu, pihak terminal membatasi keberangkatan bus hanya mulai pukul 12.00 WITA. Kebijakan ini berdampak pada tertundanya 3.923 penumpang dengan 123 armada bus pada 15 Maret 2026.

Baca juga:  Kasus Bertambah Empat Ribuan, Korban Jiwa Dicatatkan Nasional Capai Puluhan

“Untuk data tertinggi, kami memang berada di kemarin ya, di 15 Maret, 3.923. Sedangkan tahun sebelumnya itu hanya mencapai 2.500 sampai 2.900. Jadi ini tembus sampai 3.000, ini udah lonjakan yang sangat signifikan,” terangnya.

Di sisi lain, para pemudik harus menghadapi ketidakpastian jadwal. Salah satunya Liana, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur. Ia mengaku harus menunda keberangkatan setelah menunggu tanpa kepastian bus.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Sembuh Nasional Capai Rekor Baru

“Saya mau mudik ke daerah Jawa Timur, Lamongan. Dari jam 8 pagi (kemarin) di sini, sampai sekarang belum ada bus yang datang,” ucapnya.

Liana bahkan sempat kembali ke rumah setelah mendapatkan informasi penundaan pada 16 Maret 2026. Kini, ia hanya berharap dapat segera berangkat sebelum hari raya Nyepi tiba, mengingat arus penyeberangan masih mengalami hambatan.

“Diundur karena ini, kemacetan di pelabuhan. Dibilang ini diundur karena bus yang dari sini (Terminal Mengwi) yang dari Jawa nggak bisa masuk ke Bali,” ungkapnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN