Sampah Pengerupukan
Petugas sedang membersihkan sampah. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat malam pangerupukan di kawasan Catur Muka Denpasar akan dipadati masyarakat yang menonton pawai ogoh-ogoh. Selain itu, pengarakan ogoh-ogoh juga akan dilakukan di masing-masing desa yang menimbulkan keramaian.

Produksi sampah tentu akan membludak. Untuk itu, ribuan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar akan bersiap melakukan pembersihan sampah.

Sekretaris DLHK Kota Denpasar, I Wayan Tagel Sidartha, Selasa (17/3) mengatakan, sekitar 1.063 petugas DLHK disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan sampah saat malam pangerupukan. Selain petugas, puluhan armada juga disiapkan untuk mempercepat penanganan sampah di berbagai wilayah kota.

Baca juga:  Baru 10 Desa/Kelurahan Miliki TPS3R di Jembrana

Dari 1.063 petugas yang disiagakan, terdiri dari 627 tenaga penyapuan, 231 pasukan kebersihan, 40 personel satgas, 50 tenaga Jumali, 20 petugas bengkel, serta 95 petugas pertamanan. “Total personel yang kami siagakan mencapai 1.063 orang untuk mengantisipasi peningkatan sampah selama rangkaian Pangerupukan,” ujarnya.

Untuk armada operasional yang disiapkan terdiri dari 35 armada pasukan kebersihan, 15 armada pertamanan, 16 armada moci, serta dua unit swifer. Armada tersebut akan disebar untuk mempercepat pengangkutan sampah setelah kegiatan arak-arakan ogoh-ogoh di berbagai wilayah Denpasar.

Baca juga:  Amankan Pangerupukan, Ini Dilakukan Polres Badung

Disamping itu, DLHK juga telah berkoordinasi dengan sejumlah desa adat untuk lokasi pembersihan atau maprelina bangkai ogoh-ogoh setelah pawai selesai. Lokasi yang disiapkan antara lain Setra Adat Denpasar (Setra Badung), Setra Pengerebongan di Desa Adat Kesiman, Setra Yangbatu di Desa Adat Yangbatu, Setra Bantas di Desa Adat Sumerta, Setra Gada Mayu di Desa Adat Padangsambian, serta Setra Tembau di Desa Adat Tembau.

Baca juga:  Penerimaan Siswa Baru, Ini 4 SMP Negeri di Denpasar dengan Daya Tampung Terbanyak

DLHK berharap dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan saat rangkaian kegiatan menjelang Nyepi berlangsung. “Kami mengimbau masyarakat ikut menjaga kebersihan agar penanganan sampah bisa berjalan lebih cepat dan kota tetap bersih setelah kegiatan selesai,” kata Tagel Sidartha. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN