
AMLAPURA, BALIPOST.com – Akses jalan penghubung wilayah Tumbu dengan Ujung Tengah, Karangasem putus setelah akibat dilanda hujan deras, pada Minggu (15/3). Kondisi tersebut, sempat membuat 20 Kepala Keluarga (KK) sempat terisolir akibat tidak ada jalan alternatif lain.
Pasca jalan putus, pada Senin (16/3) kemarin sejumlah warga melakukan gotong royong untuk membangun jembatan darurat. Jembatan darurat tersebut menggunakan batang kayu dan bambu untuk memudahkan masyarakat melintas menggunakan sepeda motor.
Salah seorang warga, I Wayan Kuten menuturkan, pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan agar sepeda motor bisa melintas, sementara untuk mobil belum bisa melintas. Kebetulan juga, tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui warga.
“Jembatan darurat kita bangun segera karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan oleh masyarakat. Termasuk ada beberapa siswa yang membutuhkan jalan untuk berangkat ke sekolah begitu juga masyarakat lainnya untuk berbagai kepentingan.
Kuten mengatakan, jalan tersebut putus akibat diterjang air dari bawah setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda jalan akan terputus.”Kami berharap, proses perbaikan segera bisa dilakukan agar masyarakat tidak was-was ketika melintas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan bahwa akibat hujan deras yang melanda wilayah Karangasem, menerima beberapa laporan bencana seperti jalan jebol, jalan terputus, senderan jebol dan juga pohon tumbang. (Eka Parananda/balipost)










